Periskop.id - Arisan masih menjadi salah satu aktivitas sosial yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Meski zaman berubah dan banyak kegiatan sosial bergeser ke ruang digital, tradisi berkumpul sambil mengumpulkan uang secara berkala ini masih bertahan di banyak daerah.
Dalam kehidupan sehari-hari, arisan sering identik dengan aktivitas kaum perempuan. Namun, praktiknya tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.
Arisan bisa diikuti oleh keluarga, tetangga, rekan kerja, komunitas, hingga kelompok pertemanan. Selain menjadi cara menabung bersama, arisan juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi dan penguat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Secara sederhana, arisan adalah metode pengumpulan uang atau barang bernilai setara secara berkala oleh sekelompok orang. Pada setiap periode, dana atau barang yang terkumpul kemudian diundi untuk diberikan kepada salah satu anggota. Proses ini berlangsung bergantian sampai seluruh anggota mendapatkan bagiannya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kegiatan arisan masih cukup aktif di sejumlah provinsi. Pada 2025, secara nasional terdapat 16,18% penduduk berumur 10 tahun ke atas yang mengikuti kegiatan arisan di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir.
Yogyakarta Jadi Provinsi dengan Partisipasi Arisan Tertinggi
Berdasarkan data BPS, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menjadi provinsi dengan persentase penduduk tertinggi yang mengikuti kegiatan arisan di lingkungan sekitar pada 2025. Persentasenya mencapai 58,82%.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di level 16,18%. Dengan capaian itu, DI Yogyakarta menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar 10 besar yang persentasenya menembus lebih dari separuh penduduk berumur 10 tahun ke atas.
Temuan ini menunjukkan bahwa arisan di DI Yogyakarta bukan hanya aktivitas sosial biasa, melainkan masih menjadi bagian kuat dari kehidupan bermasyarakat. Tradisi berkumpul, menjaga relasi sosial, dan aktivitas komunitas tampaknya masih memiliki ruang besar di tengah masyarakat setempat.
Untuk melihat gambaran wilayah mana saja yang memiliki basis peminat arisan terbesar secara lebih terperinci, berikut adalah peringkat sepuluh provinsi dengan persentase keikutsertaan penduduk tertinggi:
| Peringkat | Provinsi | Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas yang Ikut Arisan |
|---|---|---|
| 1 | DI Yogyakarta | 58,82% |
| 2 | Jawa Tengah | 30,74% |
| 3 | Jawa Timur | 27,74% |
| 4 | Kalimantan Selatan | 16,74% |
| 5 | Jambi | 15,91% |
| 6 | DKI Jakarta | 15,67% |
| 7 | Nusa Tenggara Timur | 15,57% |
| 8 | Sulawesi Utara | 15,32% |
| 9 | Sumatera Utara | 14,27% |
| 10 | Riau | 14,13% |
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar