Periskop.id - Rumah seharusnya menjadi benteng teraman bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan kasih sayang secara utuh. Namun, berbagai deretan data terbaru menunjukkan realitas yang sangat memprihatinkan.
Bagi sebagian anak di Indonesia, rumah justru berubah menjadi tempat yang menakutkan, di mana ancaman kekerasan datang dari orang-orang terdekat yang semestinya melindungi mereka.
Catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang 2025 memberikan gambaran yang cukup mengejutkan.
KPAI merekam sebanyak 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan total korban mencapai 2.063 anak. Dari keseluruhan data korban tersebut, anak perempuan mendominasi kelompok terdampak dengan persentase mencapai 51,5%.
Orang Tua Kandung Dominasi Pelaku
Salah satu poin paling krusial sekaligus miris dari data KPAI adalah mengenai lingkungan terjadinya pelanggaran tersebut. Sektor keluarga tercatat sebagai area dengan aduan tertinggi.
Lebih lanjut, orang tua kandung justru bertengger di posisi paling atas sebagai pelaku utama. Data KPAI menunjukkan bahwa ayah kandung menjadi pelaku dalam 9% kasus kekerasan.
Angka ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan keterlibatan ibu kandung yang mencatatkan persentase sebesar 8,2%. Fenomena ini membuktikan adanya keretakan serius dalam fungsi pengasuhan dan ketahanan keluarga di masyarakat.
Kasus Menurut Data Bareskrim Polri
Ancaman terhadap keselamatan anak tak berhenti di laporan KPAI saja. Data resmi dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk periode Januari hingga 7 Juli 2026 memperlihatkan tingginya angka penindakan hukum terkait kasus anak.
Kepolisian mencatat ada sebanyak 10.920 laporan kekerasan pada anak yang masuk dalam rentang waktu tersebut.
Laporan yang masuk ke Bareskrim Polri tersebut terbagi ke dalam beberapa bentuk kejahatan, di antaranya:
- Kejahatan perlindungan anak mendominasi dengan 7.697 kasus
- Kasus persetubuhan terhadap anak mencatatkan angka 3.131 kasus
- Kasus penelantaran anak berada di angka 91 kasus
- Kejahatan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak tercatat sebanyak 1 kasus
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar