periskop.id - TrendForce melaporkan Samsung sukses mempertahankan posisi sebagai produsen ponsel pintar terbesar di dunia pada kuartal pertama 2026. Keberhasilan ini diraih di tengah lesunya produksi ponsel global akibat kenaikan harga komponen.
Lembaga riset tersebut menjelaskan, total output ponsel pintar global pada kuartal pertama tahun ini menyusut 1,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Menurutnya, penurunan performa industri ini dipicu oleh lonjakan harga chip memori yang sudah terjadi sejak paruh kedua 2025. Kondisi tersebut memaksa para produsen untuk mengerek harga jual perangkat ke konsumen.
Namun, Samsung dilaporkan tetap tampil perkasa dengan memproduksi sekitar 62,6 juta unit ponsel sepanjang kuartal pertama 2026.
Angka produksi raksasa teknologi asal Korea Selatan ini tercatat meningkat 7% dari kuartal sebelumnya. Jika disandingkan dengan periode yang sama pada 2025, volume tersebut masih tumbuh sebesar 2.3%.
TrendForce memaparkan, lonjakan produksi Samsung ini didorong oleh langkah strategis perusahaan dalam menyiapkan stok menjelang peluncuran ponsel seri Galaxy S26.
Sementara itu, Apple mengamankan posisi kedua dengan volume produksi menyentuh angka 60,2 juta unit ponsel pada kuartal pertama 2026.
Pencapaian rival berat Samsung tersebut dilaporkan melesat 19,7% dibanding kuartal sebelumnya berkat sokongan dari momentum peluncuran iPhone 17e.
Lebih lanjut, TrendForce memproyeksikan total produksi ponsel pintar global sepanjang tahun 2026 akan mengalami kemerosotan yang cukup tajam.
Total output ponsel pintar dunia selama 2026 diprediksi hanya akan mencapai 1,051 miliar unit. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 16,2% ketimbang raihan tahun 2025.
Pihak TrendForce mengingatkan, volume produksi global berpotensi merosot lebih dalam jika harga komponen terus merangkang naik di sepanjang tahun ini.
Kendati demikian, lembaga riset ini menilai Samsung berada di posisi yang jauh lebih kokoh ketimbang para kompetitornya dalam meredam tekanan biaya produksi.
Status Samsung sebagai bagian dari konglomerasi besar dinilai membuatnya memiliki tekanan finansial yang jauh lebih rendah.
Selain itu, kepemilikan portofolio produk premium yang lebih luas disebut sangat membantu perusahaan dalam mengamankan margin keuntungan.
Meski begitu, lini ponsel pintar kelas bawah dinilai tetap perlu mendapatkan perhatian khusus dari manajemen. Hal ini dikarenakan perangkat dalam kategori tersebut merupakan tulang punggung dan penyumbang angka penjualan terbesar di pasar global.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar