periskop.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sukses mengantongi laba bersih senilai Rp503 miliar sepanjang tahun buku 2025. Perolehan laba emiten holding investasi multisektor ini melonjak hingga 49,6% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp336 miliar.

Menurut Direktur Utama dan CEO BNBR Anindya Bakrie, manajemen berhasil menorehkan performa finansial yang positif selama periode tersebut. Ia menyampaikan data performa keuangan ini secara tertulis dalam rilis resmi di Jakarta, Jumat.

Advertisement

"Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025," kata Anindya usai agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Anindya memaparkan bahwa BNBR juga berhasil meraup total pendapatan bersih sebesar Rp3,74 triliun pada periode yang sama. Walau mencetak laba besar, angka pendapatan ini tercatat mengalami sedikit penurunan sebesar 3% dari capaian tahun sebelumnya.

Ia merinci bahwa raihan pendapatan tersebut disumbang oleh PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp2,2 triliun. Kontribusi lain datang dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp1,08 triliun dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group senilai Rp464,21 milar.

Lebih lanjut, Anindya menyebutkan bahwa hasil memuaskan ini digapai di tengah situasi geopolitik global yang penuh tekanan. Tantangan lain berupa pergerakan pasar energi yang fluktuatif, hambatan logistik, pelambatan ekonomi global, hingga fragmentasi dagang internasional juga membayangi korporasi.

Ia menilai fleksibilitas taktik usaha dan daya tahan internal perusahaan menjadi kunci krusial untuk menjaga kelangsungan bisnis. Dinamika pasar internasional pun diklaim mampu diredam dengan baik berkat strategi tersebut.

"Ke depan, kita fokus menggarap lini infrastruktur, baik fisik maupun digital. Sembari terus mengembangkan industri berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan energi hijau," ujarnya.

Melalui lengan usahanya di bidang tol, PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), manajemen kini mengelola jalur bebas hambatan sepanjang 26,184 kilometer. Hak konsesi pengelolaan infrastruktur jalan tol ini dipegang oleh anak usaha hingga tahun 2061 mendatang.

Wakil Direktur Utama dan Co-CEO BNBR A Ardiansyah Bakrie membeberkan bahwa omzet harian dari pengelolaan tol CCT bertengger di angka Rp2,3 miliar. Jumlah ini dinilai 4,87% lebih tinggi dari target awal yang dicanangkan dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP).

"Pendapatan rata-rata CCT saat ini sebesar Rp2,3 miar per hari dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring meningkatnya proyeksi traffic dan rencana kenaikan tarif pada tahun 2026," ungkap Ardiansyah.

Di sektor teknologi, perseroan lewat PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) mencatatkan pemasukan sebesar Rp358,9 miliar atau tumbuh 14,9% dari tahun lalu. Manajemen mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ini didorong oleh proyek konektivitas internet pada area pedesaan, wilayah pinggiran, serta kawasan 3T.

MKN juga dilaporkan telah merampungkan konstruksi kabel fiber optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer di tanah air. Anak usaha ini pun sukses menyediakan jaringan fiber to the home yang menjangkau lebih dari 320 ribu homepass.

Untuk unit bisnis ramah lingkungan, VKTR dilaporkan berhasil memasarkan 69 unit moda transportasi bertenaga setrum kepada mitra industri sepanjang 2025. Armada yang laku terjual ini mencakup 53 unit bus, 10 unit truk, serta enam unit forklift.

Pada triwulan pertama 2026, VKTR juga mengonfirmasi telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik sepanjang 12 meter untuk TransJakarta. Pasokan baru ini menggenapkan total armada bus listrik dari VKTR menjadi 152 unit, atau setara 30% dari kuota 500 armada TransJakarta saat ini.

Pada pilar energi terbarukan, korporasi memaksimalkan kinerja PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi (Helio) dalam memasang fasilitas PLTS atap. Pemasangan pembangkit hijau ini difokuskan di kawasan internal Bakrie Group dan berbagai wilayah potensial lainnya.

Helio juga dilaporkan tengah memperluas jaringan bisnis stasiun pengisian daya EV charging di lokasi-lokasi strategis publik. Hub pengisian daya ini kini tersebar di depo bus, gedung bertingkat, bandara Jakarta, universitas di Yogyakarta, hingga pabrik kertas di Sumatera.

Tak hanya itu, BNBR melebarkan sayap usaha lewat PT Modula Tiga Dimensi yang fokus mengembangkan teknologi konstruksi pencetakan tiga dimensi (3DCP). Sektor manufaktur baru ini dijalankan melalui kemitraan strategis dengan COBOD International asal Denmark.

Di ceruk manufaktur baja, BMI Group meraup omzet Rp2,2 triliun lewat jasa konstruksi baja, EPC, dan manufaktur pipa. Portofolio penjualan divisi ini ditopang oleh 35% serapan sektor minyak dan gas bumi serta 65% dari ceruk non-migas.

Sementara itu, produsen komponen otomotif PT Bakrie Autoparts sukses mengamankan omzet sebesar Rp852,77 milar dari pasokan segmen OEM. Komposisi penjualan dari anak usaha ini didominasi oleh 87% suku cadang kendaraan dan 13% penuangan logam umum (general casting).

Melalui forum RUPST tersebut, para pemegang saham secara resmi menyetujui laporan pertanggungjawaban tahun buku 2025, alokasi laba bersih, serta pemilihan akuntan publik untuk periode 2026. Pertemuan ini sekaligus meratifikasi struktur baru serta menetapkan kembali jajaran pengurus perseroan.