periskop.id - PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS) membidik pendapatan Rp879 miliar pada 2026, tumbuh 43,65% dibanding tahun sebelumnya. Dua strategi utama disiapkan perseroan untuk menopang target itu, yakni penambahan tiga stasiun Compressed Natural Gas (CNG) dan ekspansi ke segmen Liquefied Natural Gas (LNG).

Direktur Utama Citra Nusantara Gemilang Andika Purwonugroho mengungkapkan, volume penjualan gas ditargetkan naik 41,83% secara tahunan menjadi 3,53 juta MMBTU. Laba bersih perseroan pun diproyeksikan melonjak 68,14% year-on-year menjadi Rp23,9 miliar, seiring peningkatan utilisasi pabrik CNG.

Advertisement

"Kami menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sejalan dengan peningkatan volume penjualan menjadi 3.539.000 MMBTU pada 2026," ujarnya dalam Paparan Publik di Jakarta, Senin (15/6).

Andika menerangkan, CGAS kini mengelola portofolio infrastruktur gas yang mencakup stasiun CNG, CNG hub, dan LNG Station yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Total kapasitas seluruh infrastruktur pada 2026 mencapai sekitar 13,7 MMSCFD.

Pada segmen CNG Station, perseroan mengoperasikan 6 fasilitas dengan kapasitas gabungan 12,2 MMSCFD. Fasilitas terbesar berdiri di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas 5 MMSCFD, disusul Gresik, Jawa Timur sebesar 2 MMSCFD. Fasilitas lainnya berada di Waru, Sidoarjo (1,5 MMSCFD), Grobogan, Jawa Tengah (1,5 MMSCFD), Palembang, Sumatra Selatan (1,2 MMSCFD), serta Majalengka, Jawa Barat (1 MMSCFD).

Di jalur distribusi, CGAS menjalankan 6 CNG Hub yang tersebar di Bandung, Klaten, Kediri, Malang, Lampung, dan Jombang. Jaringan ini berfungsi menjangkau pelanggan di wilayah yang belum terhubung dengan pipa gas. Sementara itu, satu LNG Station beroperasi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 1,5 MMSCFD untuk melayani industri yang membutuhkan pasokan energi di luar jaringan pipa.

Untuk segmen LNG, operasi komersial ditargetkan mulai pada kuartal IV/2026. Saat ini perseroan masih menuntaskan tahapan engineering, procurement, and construction (EPC). Sejumlah nama besar masuk daftar calon pelanggan potensial, di antaranya PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia, PT Indo Kordsa Tbk, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, PT Magnolia Energi Lestari, PT Ateja Tritunggal, PT Bumi Marga Konstruksi, serta PT Genthala Arta Mandiri.

Ke depan, perseroan juga menyiapkan tiga proyek stasiun CNG baru. Stasiun CNG Palembang berkapasitas 1,5 MMSCFD dan Stasiun CNG Blora berkapasitas 3 MMSCFD ditargetkan beroperasi pada 2027. Satu proyek lebih besar, Stasiun CNG Kutai Kartanegara berkapasitas 10 MMSCFD, dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028 atau 2029.

Optimisme manajemen bertumpu pada kinerja 2025 yang solid. Perseroan membukukan pendapatan Rp611,90 miliar sepanjang 2025, naik 20,33% dari Rp508,50 miliar pada 2024. Laba bersih turut terkerek 62,79% menjadi Rp15,88 miliar, dari Rp9,76 miliar pada tahun sebelumnya.

"Pengembangan usaha LNG akan memperluas pangsa pasar perseroan, meningkatkan diversifikasi basis pelanggan, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan," pungkas Andika.