Periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri modal ventura masih membukukan laba bersih Rp213,11 miliar per Mei 2026. Namun, angka itu menyusut dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan, dinamika perekonomian mendorong investor menjadi lebih selektif. Pergeseran fokus investasi ke arah profitabilitas dan keberlanjutan turut memengaruhi kinerja industri.
"Laba bersih tersebut tercatat terkontraksi 5,01%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Agusman dalam konferensi pers, Selasa (7/7).
Meski laba tergerus, ruang tumbuh industri modal ventura dinilai Agusman masih terbuka ke depan. Pergeseran fokus pembiayaan menuju pasangan usaha yang lebih berkelanjutan disebutnya menjadi faktor pendorong positif.
OJK turut mengidentifikasi sejumlah tantangan yang berpotensi menekan kinerja industri sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah fenomena tech winter, yakni periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan di kalangan perusahaan start-up.
Dampak tech winter disebut Agusman sudah mulai lebih terkendali. Penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta fokus pada usaha berpondasi kuat dan berkelanjutan, menjadi kunci pengendaliannya.
"Tantangan lainnya, yakni volatilitas pasar yang berdampak pada valuasi dan exit strategy. Dengan demikian, dapat memengaruhi kinerja modal ventura ke depan," kata Agusman.
Dari sisi pembiayaan, OJK mencatat nilai pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,36 triliun per Mei 2026. Angka itu tumbuh tipis 0,09% secara tahunan.
Nilai aset industri modal ventura pada periode yang sama tercatat sebesar Rp27,49 triliun, naik 1,74% dibanding periode sama tahun lalu.
Tinggalkan Komentar
Komentar