periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan prediksi Bank Dunia (World Bank) mengenai potensi pelebaran defisit anggaran tidak perlu dikhawatirkan. Menurut dia, pengelolaan APBN sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah.
"Ya suka-suka dia (bank dunia). Dia prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa. Tapi kan selama ini juga sering meleset. Begini kalau APBN kan di bawah kendali kita, bukan market yang jalan sendiri," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (18/12).
Purbaya menjelaskan, besar kecilnya defisit sangat bergantung pada kebijakan pembiayaan pemerintah dalam mengendalikan belanja serta meningkatkan pendapatan negara, baik dari sektor pajak, bea dan cukai, maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menurut bendahara negara itu, pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan struktural, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan. Reformasi sistem perpajakan terus berjalan, sementara kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lapangan.
"Jadi yang dilakukan oleh World Bank adalah prediksi ceteris paribus. Dalam keadaan seperti sekarang, enggak ada apa-apa, enggak ada perbaikan. Prediksi makroekonomi itu berdasarkan past behavior dari sistemnya," terang dia.
Selain peningkatan penerimaan, pemerintah juga memastikan belanja negara tetap dikendalikan secara prudent. Dengan kombinasi kebijakan tersebut, Purbaya optimistis defisit anggaran dapat dijaga pada level yang berkesinambungan.
"Artinya bisa aja melebar bisa aja enggak. Tergantung kebutuhan kita. Tapi saya yakin kita akan kendalikan di level yang masih berkesinambungan ke depannya," tambahnya.
Lebih lanjut, ia pun meminta agar publik tidak terlalu khawatir terhadap prediksi eksternal.
"Jangan terlalu khawatir. Siap mengendalikan anggaran supaya tetap berkesinambungan," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar