periskop.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan target rasio perpajakan atau tax ratio sebesar 12% kemungkinan besar belum dapat terealisasi pada tahun ini.
Purbaya mengaku belum bisa mematok angka pasti secara instan lantaran masih menunggu respons pasar dan efektivitas kinerja petugas pajak di lapangan.
"Kalau tahun ini mungkin nggak bisa. Tapi kan kita kejar naik terus-terus," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/2).
Purbaya menjelaskan realisasi kenaikan rasio pajak sangat bergantung pada pembenahan internal otoritas fiskal. Respons masyarakat terhadap berbagai kebijakan perpajakan juga menjadi variabel penentu utama dalam mendongkrak penerimaan negara.
Reformasi dalam sistem pengumpulan pajak atau tax collection terus digenjot oleh pemerintah. Langkah ini penting untuk menutup celah kebocoran dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
"Saya harapkan nanti ada perbaikan dan sertifikan di tax collection," jelasnya.
Sang Bendahara Negara menegaskan tidak ingin gegabah menetapkan target tinggi di angka 12% secara langsung. Ia perlu melihat dinamika respons wajib pajak serta kesiapan aparat pajak sepanjang tahun ini berjalan.
"Tapi saya nggak bisa targetin langsung 12% kenapa? Saya nggak tau responnya seperti apa masyarakat maupun petugas pajak. Harusnya sih harus naik dengan signifikan," tambahnya.
Kendati target pajak cukup menantang, Purbaya tetap optimistis perbaikan ekonomi nasional terus berjalan ke arah positif. Pemulihan ini diprediksi berlangsung bertahap seiring menguatnya fundamental ekonomi dalam negeri.
Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah indikator ekonomi makro yang mulai bangkit. Indeks kepercayaan konsumen hingga data sektor riil memperlihatkan grafik kenaikan yang konsisten.
"Ini akan membaik terus ekonomi ke depan. Daya beli masyarakat akan makin bagus lagi. Kita lihat nanti triwulan ke-2 akan lebih kelihatan. Sekarang pun sudah kelihatan kuat. Dari consumer confidence dan data-data yang lain. Sepertinya ke atas semua," terang dia.
Mantan Ketua LPS ini menyoroti data terkini yang menunjukkan tren menggembirakan di sektor konsumsi. Penjualan kendaraan bermotor dan geliat bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan solid sebagai tanda pulihnya daya beli.
"Data-data terkini sudah kelihatan kan sudah baik semua. Itu daya beli, penjual mobil, penjual motor dan lain-lain. Termasuk retail, kenceng semua," tutup Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar