Periskop.id - Pengelola Pasar Cipulir, Jakarta Selatan mengungkapkan, puncak keramaian di pasar grosir tekstil tersebut terjadi sekitar satu bulan sebelum Ramadan. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan pedagang menyiapkan stok barang menjelang Idulfitri.

"Biasanya ramai pada satu bulan sebelum Ramadan," kata Manager Area Pasar Jaya 10 Muhammad Ikhsan saat ditemui di Pasar Cipulir Jakarta, Jumat (13/2). 

Ikhsan mengatakan, puncak aktivitas pasar biasanya terjadi satu bulan menjelang puasa dan setelahnya aktivitas pasar cenderung menurun. Pada periode tersebut, para pedagang dari berbagai daerah datang untuk berbelanja dalam jumlah besar, untuk memenuhi kebutuhan penjualan di wilayah masing-masing.

"Tapi kalau sudah mau Lebaran sampai sebulan setelah Lebaran, itu biasanya sepi karena mereka sudah fokus jualan di daerah masing-masing,” katanya.

Menurutnya, pola kunjungan ke Pasar Cipulir bersifat musiman. Pedagang eceran dari wilayah penyangga Jakarta hingga luar Pulau Jawa memanfaatkan periode sebulan sebelum Ramadan untuk mengamankan stok.

Pembeli umumnya ingin memastikan kualitas bahan, warna serta detail produk sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar, untuk kemudian dijual di daereah masing-masing

"Mayoritas pembeli merupakan pedagang yang kembali ke daerahnya masing-masing untuk menjual ulang barang yang dibeli dari Cipulir," serunya. 

Untuk diketahui, Pasar Cipulir dikenal sebagai salah satu sentra grosir tekstil di Jakarta selain Pasar Tanah Abang. Keunggulan pasar ini terletak pada variasi produk tekstil yang cukup lengkap, dengan harga grosir yang kompetitif.

Pakaian Jadi
Selain kain, sejumlah pedagang juga menyediakan pakaian jadi seperti gamis, mukena, sarung serta perlengkapan ibadah lainnya yang permintaannya meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Selain faktor musiman, dinamika perdagangan di Pasar Cipulir juga dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian pedagang mulai memanfaatkan pemesanan daring untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

"Aktivitas perdagangan grosir kini lebih banyak dilakukan melalui pemesanan jarak jauh," kata Ikhsan.

Menurut dia, Pasar Cipulir dikenal sebagai salah satu sentra tekstil grosir selain Tanah Abang, dengan segmentasi harga yang lebih terjangkau. Pembeli yang datang ke Pasar Cipulir berasal dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. 

Sekarang, para pembeli yang berasal luar daerah itu tidak selalu datang langsung ke pasar. "Aktivitas ramainya itu terlihat dari karung. Jadi, kalau bal-balannya banyak, mereka lagi jahit bal-balan, itu berarti lagi ramai untuk pengiriman," ujar Ikhsan.

Dibandingkan dengan Tanah Abang yang dikenal sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara, Pasar Cipulir kerap menjadi alternatif bagi pedagang kecil dan menengah. Ini karena harga yang relatif lebih bersaing dan akses yang lebih mudah.