periskop.id - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung melaporkan realisasi pembiayaan utang hingga 31 Januari 2026 telah mencapai Rp127,3 triliun atau 15,3% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp832,2 triliun.
"Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yaitu 23,7% dari target APBN," ucap Juda dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, ditulis Selasa (24/2).
Adapun pembiayaan non-utang tercatat minus Rp22,2 triliun atau sekitar 15,6% dari target minus Rp145,1 triliun.
Secara keseluruhan realisasi pembiayaan anggaran per 31 Januari 2026 tercatat sebesar Rp105,06 triliun atau 15,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp689,15 triliun.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2025, realisasi pembiayaan mencapai Rp154,81 triliun atau 29,6% dari outlook APBN 2025 sebesar Rp522,83 triliun.
"Secara keseluruhan realisasi pembiayaan tahun 2026 hingga akhir Januari mencapai Rp105,06 triliun atau 15,2% dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yaitu 29,6%," terang Juda.
Menurutnya, perkembangan realisasi pembiayaan ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah dan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan.
"Dengan disiplin dan strategi yang adaptif, kami memastikan pembiayaan tetap mendukung stabilitas APBN, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan utang pemerintah," Juda mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar