periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 31 Maret kembali menarik utang sebesar Rp358,7 triliun atau 22,3% terhadap pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp832,2 triliun. 

‎Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembiayaan non-utang tercatat minus Rp1,3 triliun atau sekitar 0,9% dari target Rp143,1 triliun. ‎Secara keseluruhan realisasi pembiayaan anggaran per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp257,4 triliun atau 37,3% dari target APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.

“‎Secara keseluruhan, kinerja ini mencerminkan bahwa strategi pembiayaan pemerintah dilakukan secara hati-hati (prudent), terukur, dan mempertimbangkan kondisi likuiditas kas negara serta dinamika pasar keuangan,” kata kata Purbaya.

‎Pemenuhan pembiayaan utang juga dilakukan secara antisipatif melalui pengelolaan kas dan utang yang aktif, guna memastikan kebutuhan kas pemerintah tetap terpenuhi dan posisi saldo anggaran lebih (SAL) tetap kuat.

Selain itu, pihaknya akan terus menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund), memitigasi risiko, serta memperkuat tata kelola agar indikator utang tetap berada pada level yang aman.