periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui integritas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belakangan ini banyak dipertanyakan oleh publik. Hal tersebut menyusul sejumlah kasus yang menjerat pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak.
Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan negara. Karena itu, setiap pelanggaran yang melibatkan pegawai berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya bagi institusi tetapi juga terhadap kepercayaan masyarakat.
"Kementerian Keuangan adalah jabatan yang menyangkut uang rakyat dan uang rakyat harus dijaga dengan disiplin dan integritas. Integritas adalah satu hal yang penting untuk Kementerian Keuangan," ucap Purbaya dalam acara pelantikan, Jakarta, Selasa (10/3).
Purbaya mengakui bahwa beberapa kasus yang muncul di lingkungan Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak telah memengaruhi citra institusi di mata publik.
Menurutnya, meskipun sebagian besar pegawai bekerja dengan baik, pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir oknum dapat merusak kepercayaan terhadap lembaga secara keseluruhan.
"Saya kesulitan menjaga image kita di luar, karena sebentar-bentar pasti ada orang bilang, pajak begini, Bea Cukai begini," terangnya.
Purbaya pun mengingatkan seluruh pegawai Kemenkeu agar tidak mempermainkan integritas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa integritas tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Itu yang di mata mereka. Padahal saya tahu sebagian besar orang ini baik-baik. Tapi karena satu-dua titik nila, berantakan semua image integritas kita. Jadi, teman-teman semua jangan main-main ke depan," paparnya.
Lebih lanjut, Purbaya meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan untuk memperkuat pengawasan internal agar setiap pelanggaran dapat terdeteksi lebih awal sebelum ditangani oleh aparat penegak hukum dari luar.
"Saya ke depan minta ke Pak Irjen (Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurwaman Nuh) untuk bekerja lebih keras, supaya kita menemui kesalahan kita duluan dibanding orang di luar, sehingga enggak ada orang luar yang ngacak-ngacak Kementerian Keuangan lagi," tegasnya.
"Kalau ada kesalahan, harusnya tim kita dari Pak Irjen yang mengetahui duluan dan kita lakukan tindakan sesuai dengan peraturan keras, sekeras-kerasnya kalau perlu, tapi yang mengendalikan kita sehingga image kita tidak terlalu buruk di luar," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar