periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kabar bahwa pemerintah tengah mendiskusikan kemungkinan menaikkan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3%.
Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai wacana tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah masih terus menghitung berbagai risiko, termasuk dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal nasional.
"Saya belum tahu. Anda tahu dari Bos Anda ya? Saya belum tahu, masih dipikirkan kali ya. Tapi kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita. Sehingga nanti kalau perlu satu keputusan, kita hitung dulu dampaknya itu saja," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Jumat (13/2).
Dia menjelaskan salah satu pertimbangan dalam kebijakan defisit anggaran adalah respons lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurut Purbaya, secara perbandingan global, batas defisit 3% yang selama ini dijaga Indonesia sebenarnya relatif lebih rendah dibanding banyak negara lain.
Ia mencontohkan, beberapa negara seperti Vietnam memiliki defisit sekitar 4%, sementara India bahkan mencapai 5 hingga 6%. Di sisi lain, sejumlah negara maju seperti di Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Jepang juga memiliki tingkat defisit yang lebih tinggi.
Meski demikian, Mantan Ketua LPS itu menegaskan pemerintah tetap akan menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati dalam mengelola APBN.
"Jadi kalau dari angka itu saja harusnya tidak ada masalah. Cuma mereka melihat hal yang lain dari kita yang sedang kita pelajari. Tapi yang jelas sampai saat sekarang kita akan menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati," terangnya.
Namun, ia bilang ada kemungkinan untuk memperlebar defisit di atas 3% jika mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai Menteri Keuangan akan menjalankan arahan pemerintah.
"Saya ngga tahu (presiden perlebar defisit). Saya kan cuma tangan Presiden. Kalau perintah demikian, ya kita jalankan," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar