banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Defisit APBN dan Utang Pemerintah 2026, Ini Angkanya dan Batas Amannya

Batas defisit APBN Indonesia 3% dari PDB. Ini realisasi defisit 2026, posisi utang pemerintah yang hampir Rp8.000 triliun, dan ke mana belanja APBN diarahkan.

Defisit APBN dan Utang Pemerintah 2026, Ini Angkanya dan Batas Amannya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui, Jakarta, Jumat (13/3). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Batas defisit APBN Indonesia adalah 3% dari PDB, dan sampai pertengahan 2026 realisasinya masih jauh di bawah itu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah buka suara soal wacana menaikkan batas tersebut. Ia mengaku belum tahu pasti, dan menegaskan pemerintah masih menghitung berbagai risiko, termasuk dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap fiskal nasional.

"Saya belum tahu. Anda tahu dari Bos Anda ya? Saya belum tahu, masih dipikirkan kali ya. Tapi kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita," kata Purbaya kepada media di Jakarta, Jumat (13/2).

Berapa Defisit APBN Indonesia Saat Ini?

Angkanya bergerak sepanjang tahun, dan sejauh ini tetap di bawah batas.

Per Mei 2026, defisit tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70% dari PDB. Sampai akhir semester I 2026, angkanya 0,76%.

Untuk tahun sebelumnya, pendapatan negara mencapai Rp2.765 triliun dan defisit APBN 2025 tetap dalam batas aman.

Dari sisi penerimaan, Wamenkeu menyebut pajak tumbuh 19,1% sehingga pemerintah optimistis defisit tetap di bawah 3%.

Kenapa Batasnya 3%?

Tiga persen adalah pagar yang dijaga Indonesia, dan secara internasional angka itu tergolong ketat.

Purbaya mencontohkan Vietnam yang defisitnya sekitar 4%, dan India yang mencapai 5 sampai 6%. Sejumlah negara maju di Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang juga punya defisit lebih tinggi.

Salah satu pertimbangan menjaga angka ini adalah respons lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi fiskal Indonesia.

"Jadi kalau dari angka itu saja harusnya tidak ada masalah. Cuma mereka melihat hal yang lain dari kita yang sedang kita pelajari. Tapi yang jelas sampai saat sekarang kita akan menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati," terangnya.

Ia membuka kemungkinan defisit melebar di atas 3% jika ada mandat dari Presiden Prabowo Subianto. "Saya kan cuma tangan Presiden. Kalau perintah demikian, ya kita jalankan," tutupnya.

Berapa Utang Pemerintah Indonesia?

Nilainya besar, tapi ukuran yang dipakai pemerintah adalah rasio terhadap PDB, bukan nominalnya.

Pada pertengahan 2026, utang Indonesia hampir menyentuh Rp8.000 triliun. Purbaya menegaskan posisinya masih di level aman, dan menjabarkan empat strategi untuk mengendalikan rasio utang negara.

Sebagian utang justru datang dari proyek warisan. Pemerintah menyiapkan skema penyelesaian utang seiring pengalihan KCIC, dan membuka opsi panda bond sebagai sumber pembiayaan utang Whoosh.

Ke Mana Belanja APBN Diarahkan?

Arah besarnya ke pembangunan manusia.

Purbaya menempatkan APBN sebagai fondasi pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045, dengan Rp769,1 triliun di APBN 2026 untuk mencetak SDM unggul.

Mandat konstitusionalnya juga dipertahankan. Ia memastikan anggaran pendidikan tetap 20% dari APBN, dan mengarahkan APBN untuk memperkuat riset dan industrialisasi.

Apa yang Bisa Mengganggu Kondisi Fiskal?

Faktor eksternal yang paling sering disebut adalah harga minyak dunia.

Dampaknya terasa sampai ke perdagangan. Neraca perdagangan sempat defisit dan diduga dipicu kenaikan harga minyak.

Buat yang ingin memahami APBN lebih dekat, Kemenkeu juga rutin menggelar Lomba APBN dengan bonus nilai untuk seleksi STAN.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa batas defisit APBN Indonesia?
3% dari PDB, diatur dalam undang-undang keuangan negara.

Berapa defisit APBN 2026 sejauh ini?
0,76% dari PDB pada semester I 2026, dan 0,70% per Mei 2026.

Berapa utang pemerintah Indonesia?
Hampir Rp8.000 triliun pada pertengahan 2026, dan pemerintah menyebutnya masih di level aman.

Apa bedanya defisit dan utang?
Defisit adalah selisih belanja dan pendapatan dalam satu tahun anggaran. Utang adalah akumulasi pembiayaan dari defisit tahun-tahun sebelumnya.

Apakah defisit di atas 3% mungkin terjadi?
Mungkin, tapi butuh mandat Presiden dan perubahan aturan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai APBN, dan Purbaya Yudhi Sadewa dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.