periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perekonomian domestik pada kuartal pertama berpotensi tumbuh menyentuh angka 5,7%. Pertumbuhan ini ditopang oleh ketahanan daya beli masyarakat selama periode bulan suci Ramadhan.

​"Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7%," katanya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Sabtu (21/3).

​Proyeksi positif ini muncul di tengah bayang-bayang gejolak perekonomian global. Dinamika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sedang memanas secara intens.

​Purbaya meyakini ketegangan geopolitik tersebut belum memukul stabilitas ekonomi dalam negeri. Pemerintah telah menjalankan berbagai langkah mitigasi strategis guna meredam efek kejutnya.

​"Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah," ujarnya.

​Negara turun tangan langsung menyerap guncangan dari luar agar tidak membebani rakyat. Langkah ini bertujuan mengamankan rutinitas keseharian warga secara maksimal.

​"Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu," tuturnya.

​Pemerintah tetap memegang prospek cerah bagi perekonomian nasional usai momen perayaan Idulfitri. Eskalasi konflik internasional memang berisiko memperlambat laju roda ekonomi domestik.

​Namun, Kementerian Keuangan berkomitmen terus memperkuat stabilitas permintaan pasar dalam negeri. Tingginya permintaan domestik menjadi tameng utama dalam menjaga resiliensi ekonomi.

​"Walaupun global begitu, tapi permintaan masih kencang," jelasnya.

​Pihaknya berjanji akan terus melindungi kekuatan pasar lokal dari berbagai ancaman eksternal. "Mungkin akan melambat kalau naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik," tambahnya.

​Strategi pemerintah mencakup dukungan penuh bagi pertumbuhan sektor swasta di berbagai bidang. Pengendalian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga menjadi prioritas demi menangkal imbas lonjakan harga minyak dunia.

​Negara turut mendorong percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah secara tepat waktu. Berbagai indikator pendukung dan hasil tinjauan lapangan selama Ramadhan memperlihatkan kondisi perekonomian nasional relatif sangat aman.