periskop.id - COO sekaligus Kepala BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Donny Oskaria angkat bicara terkait opsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Donny membenarkan bahwa opsi tersebut saat ini tengah dibahas secara intensif oleh pemerintah. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan final belum ditetapkan karena masih terdapat sejumlah skema yang sedang dikaji.
"Iya kemungkinan. Ini sedang kita rapatkan. Insyaallah mudah mudahan bentar lagi selesai. Kita bikin satu-satu, insyaallah. Kita akan selesaikan ada beberapa skema tentunya. Nanti saya akan update, kalau skrng blm final di-update akan rame lagi kita takutnya," kata Donny kepada media, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh opsi yang tengah dibahas dapat dirampungkan dalam waktu 1 hingga 2 bulan ke depan. Penyelesaian tersebut diharapkan mencakup keseluruhan aspek, termasuk penataan ulang peran konsorsium BUMN di dalam KCIC.
"Masih ada beberapa opsi lagi. (1-2 bulan beres) Ya semua opsi itu. Itu kan kita beresin sekalian kan nanti kita maunya sekali selesai tuntas semua. Kita kembalikan ke porsinya," terang Donny.
"Misal WIKA memang ga ada bidang di situ kita akan fokus jadi kontraktor. Satu per satu kita beresin, dan kita mau semua yang diselesaikan itu tuntas," tutup Donny.
Tinggalkan Komentar
Komentar