periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa upaya pendalaman pasar keuangan nasional, khususnya pasar modal, hingga kini belum menunjukkan hasil yang optimal meskipun telah lama menjadi wacana.
Purbaya mengungkapkan, istilah pendalaman pasar modal sudah didengar sejak awal 2000-an, namun implementasinya dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian.
"Bosan ya? Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang tidak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah. Maka sekarang dibuat program pintar," kata Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana, Jakarta, Senin (27/4).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendalaman pasar keuangan merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah menyiapkan fondasi ekonomi yang semakin solid sekaligus merancang strategi untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus guna mengatasi berbagai hambatan struktural dalam sistem perekonomian. Menurut Purbaya, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui capaian sebelumnya yang berada di kisaran 5-5,5%.
Ia menyebutkan, kinerja ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tren positif. Pada triwulan sebelumnya, pertumbuhan tercatat sebesar 5,39%, sementara pada triwulan pertama dan kedua tahun ini diperkirakan dapat tumbuh di atas 5,5%.
"Di tengah gejolak ekonomi global yang tidak jelas itu, kita bisa mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik. Dan ini akan terjadi terus ke depan," terang dia.
Purbaya menambahkan, pergerakan pasar saham pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh fundamental ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong penguatan fundamental melalui berbagai reformasi.
"Biasanya pergerakan bursa atau saham tergantung pada pergerakan fundamental ekonominya," tuturnya.
Ia mencontohkan, pada tiga bulan pertama tahun ini penerimaan pajak berhasil tumbuh hingga 20%. Ke depan, reformasi juga akan diperluas ke sektor cukai dan berbagai sektor lainnya. Selain itu, percepatan program pembangunan pemerintah yang berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto diyakini dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan kondisi yang ada saat ini, Purbaya optimistis Indonesia berpotensi mencapai pertumbuhan hingga 6%, terutama dengan mengandalkan peran sektor swasta dan pemerintah sebagai motor utama perekonomian.
"Kalau ekonominya bagus terus, walaupun sekarang banyak berita negatif yang jelek-jelekin saya katanya. Tapi saya tahu betul, yang kita jalankan gak main-main. Kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja. Itu modal awal," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar