periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp610,3 triliun atau 19,4% dari pagu APBN. Angka ini juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 47,7% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hal ini mencerminkan percepatan pelaksanaan program kerja prioritas nasional, belanja Kementerian/Lembaga, perlindungan sosial, serta berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro dalam keterangannya, Kamis (30/4).
Akselerasi ini didorong oleh belanja K/L sebesar Rp281,2 triliun, dengan pertumbuhan yang ditopang oleh beberapa komponen utama. Belanja pegawai mencapai Rp97,1 triliun, didorong oleh penyaluran THR dan peningkatan ASN.
Belanja barang sebesar Rp111,1 triliun meningkat tajam, terutama untuk pelaksanaan program prioritas pemerintah yakni Program makan bergizi Gratis (MBG) Rp54,4 triliun, penyaluran dana BOS Rp4,8 triliun, insentif Biodiesel Rp4,2 triliun, pelayanan kesehatan UPT Rp2 triliun dan stabilisasi pangan Rp0,9 triliun.
Belanja modal mencapai Rp35,4 triliun, digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi melalui Kementerian PU Rp7,4 triliun, Polri Rp17,5 triliun, Kejaksaan Rp3,1 triliun dan Kementerian Pertahanan Rp4 triliun.
Sementara itu, belanja bansos sebesar Rp37,4 triliun difokuskan pada perlindungan masyarakat, termasuk program PKH, Kartu Sembako, dan KIP Kuliah.
Tinggalkan Komentar
Komentar