periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi surat dari Kamar Dagang China yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah hambatan investasi perusahaan asal China di Indonesia. 

‎Adapun poin-poin yang disoroti dalam surat tersebut antara lain tingginya pajak, kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), hingga rencana kenaikan royalti mineral.

‎Purbaya mengatakan pemerintah akan tetap menyesuaikan berbagai kebijakan dengan kepentingan nasional Indonesia. Menurutnya, terkait kebijakan DHE SDA, pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengecualian, termasuk bagi perusahaan yang tidak melakukan pinjaman di Indonesia.

‎"Nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan kita kan kalau DHE, SDA itu kemungkinan kita nggak apa-apa kalau nggak salah, kalau perusahaan nanti yang nggak pinjem uang di Indonesia terbebas tuh dari DHE SDA ada pengecualin seperti itu kan, udah baca belum? belum deh, udah keluar kan DHE belum?" kata Purnaya kepada media, Jakarta, Selasa (12/5). 

‎Ia juga menilai kekhawatiran terkait rencana kenaikan royalti mineral tidak menjadi persoalan besar karena sumber daya mineral merupakan aset milik Indonesia. Menurutnya, pemerintah tetap akan mengutamakan kepentingan negara dalam menentukan kebijakan tersebut.

‎"Kalau mineralnya kan nggak apa-apa itu punya kita mineralnya kalau yang lainnya mau pindah-pindah aja, cari mineralnya di tempat mana dia perusahaan mana kan, belum ada, belum dikenakan kan baru rencana," jelas dia. 

‎Meski demikian, Purbaya menegaskan hubungan pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha China tetap berjalan baik. Ia menyebut komunikasi antara kedua pihak berlangsung dua arah, termasuk soal kepatuhan hukum perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia.

‎"Biar aja tapi kita akan mementingkan kepentingan negara kita kira-kira itu kalau yang lain sih nggak mungkin kita juga, saya udah komplain ke mereka banyak pengusaha Cina disini yang juga melakukan bisnis nggak legal, saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka jadi itu dua arah sebetulnya, nggak ada masalah," tutup Purbaya.