periskop.id - Pemerintah tengah menjajaki ekspor ceker ayam ke Malaysia dan China. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan surplus produksi daging ayam dan telur yang terus mencatat kelebihan di dalam negeri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda menyebutkan, Indonesia saat ini mampu mempertahankan swasembada daging ayam dan telur secara konsisten. Kelebihan produksi itulah yang mendorong pemerintah aktif mencari pasar ekspor baru ke berbagai negara.

Advertisement

"Salah satunya yang paling dekat, kita ekspor produk ayam kita ke Malaysia. Ini juga termasuk China, ceker ayam kita. Jadi banyak komoditas yang sedang kita dorong untuk ekspornya, dan saat ini sudah dilakukan negosiasi-negosiasi, termasuk dengan buyer-nya, calon buyer-nya," ujar Agung dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/6).

Ia merinci, proses negosiasi yang tengah berjalan tidak hanya melibatkan jalur komunikasi antarpemerintah. Penjajakan langsung dengan calon pembeli di negara tujuan juga turut dijalankan secara bersamaan.

Malaysia disebut sebagai salah satu pasar yang paling realistis untuk dijajaki lebih awal, mempertimbangkan kedekatan geografis kedua negara. Sementara China diincar khusus sebagai tujuan komoditas ceker ayam yang memiliki basis permintaan tersendiri.

Agung menegaskan, ceker ayam bukan satu-satunya komoditas peternakan yang tengah didorong untuk diekspor. Banyak produk lain dari sektor peternakan nasional juga masuk dalam daftar negosiasi yang kini sedang dijalankan pemerintah.

Komitmen perluasan pasar ekspor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan produk peternakan nasional ke pasar internasional. Surplus produksi yang konsisten dinilai Agung sebagai modal utama sekaligus dasar kepercayaan diri untuk menembus negara-negara tujuan baru.

Pemerintah, menurut Agung, juga mendorong berbagai komoditas peternakan lainnya agar bisa menyusul masuk ke pasar global dalam waktu dekat. Negosiasi yang berjalan saat ini menjadi fondasi awal untuk membuka akses tersebut secara bertahap.

Sektor peternakan nasional mencatat tren positif dengan tercapainya swasembada daging ayam dan telur dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi produksi yang melampaui kebutuhan dalam negeri membuat pemerintah kini mengalihkan fokus ke strategi ekspor sebagai langkah lanjutan.

Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus memperluas pasar ekspor produk peternakan demi menjaga keseimbangan antara kelebihan pasokan domestik dan peluang di luar negeri. Proses negosiasi yang kini tengah berjalan diharapkan dapat segera menghasilkan kesepakatan konkret dengan para calon mitra dagang.