periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menegaskan hasil review MSCI 2026 menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan, status Indonesia yang bertahan sebagai Emerging Market membuktikan kekuatan fundamental ekonomi nasional saat ini. Aksesibilitas pasar Indonesia juga dinilai olehnya masih berada dalam posisi yang sangat kuat di mata global.
"Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal," ujar Menko Airlangga di Jakarta pada Kamis (25/6).
Airlangga menambahkan, fokus utama jajaran pemerintah saat ini adalah mengawal seluruh agenda perubahan agar berjalan dengan baik. Langkah perbaikan tersebut disebutnya tidak boleh berhenti hanya sampai pada tingkat perumusan kebijakan tertulis saja.
Menurutnya, seluruh poin reformasi tersebut wajib diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak terkait. Kebijakan yang konkret dinilai mampu memberikan dampak nyata yang signifikan bagi ekosistem investasi tanah air.
Airlangga meyakini, penerapan regulasi yang berjalan konsisten akan langsung meningkatkan transparansi pasar keuangan. Selain itu, langkah tersebut dirasa efektif untuk memperkuat integritas pasar dan menjaga kepercayaan para investor asing.
Stabilitas makroekonomi yang terus terjaga dengan baik juga disebutnya menjadi pilar pendukung utama bagi penguatan ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memadukan kebijakan makro yang kokoh dengan pembenahan sektor pasar modal.
Dengan bauran kebijakan tersebut, ia menilai pasar modal Indonesia akan tumbuh menjadi makin transparan dan efisien. Sistem pasar yang terpercaya diyakini mampu menarik lebih banyak aliran modal dari luar negeri.
Kondisi tersebut diproyeksikan olehnya akan semakin memperkokoh posisi Indonesia di peta persaingan regional. Indonesia dipandang memiliki modal yang lebih dari cukup untuk bersaing dengan negara-negara tetangga di kawasan.
Langkah strategis ini juga ditempatkan dalam konteks mempertahankan daya tarik investasi jangka panjang. Seluruh pembenahan internal ini pada akhirnya ditujukan untuk menjaga status Indonesia di dalam indeks global.
Pemerintah optimistis daya saing Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan akan terus meningkat ke depan. "Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor," tutup Airlangga.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar