Periskop.id - Warga Jakarta kini memiliki satu nomor khusus untuk meminta bantuan terkait transportasi dan persoalan di jalan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Call Center Dinas Perhubungan 1500813 yang beroperasi selama 24 jam setiap hari, mulai dari layanan derek kendaraan hingga pemanduan kendaraan jenazah.
Layanan bertajuk “Satu Nomor, Solusi Transportasi Jakarta” itu diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Sebanyak 52 petugas disiapkan secara bergantian dengan empat jalur panggilan untuk mengurangi antrean.
"Hari ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Call Center 1500813, yang berikutnya adalah peluncuran layanan diadakan di Bundaran HI, bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Fungsi dan manfaat ini melayani lima jenis layanan," kata Pramono.
Ada Lima Layanan Utama
Call Center 1500813 menyediakan lima jenis pelayanan, yakni derek kendaraan, pemanduan kondisi darurat, pemanduan kendaraan jenazah, pengaduan sarana dan prasarana lalu lintas, serta penanganan musibah atau kejadian di jalan.
Layanan derek tidak dikenakan biaya untuk penanganan di wilayah DKI Jakarta. Namun, apabila pelayanan dilakukan hingga wilayah Bodetabek, pengguna dikenakan retribusi sesuai ketentuan.
Masyarakat dapat menggunakan nomor tersebut ketika kendaraan mengalami gangguan di jalan. Selain itu, laporan bisa disampaikan untuk persoalan seperti lampu lalu lintas mati, rambu atau fasilitas jalan rusak, kecelakaan, pohon tumbang, maupun kejadian lain yang mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian Pemprov adalah pemanduan kendaraan jenazah untuk membantu perjalanan dalam kondisi tertentu. Pramono menegaskan yang diberikan secara gratis adalah layanan pemanduannya, bukan penyediaan mobil jenazah.
"Hal yang selalu salah satu problem utama di Jakarta adalah pengangkutan jenazah, pemanduannya dilakukan secara gratis," ujar Pramono.
Petugas Ditarget Datang Maksimal 15 Menit
Dishub DKI memasang target waktu respons maksimal 15 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba, dengan catatan tetap menyesuaikan kondisi lalu lintas dan situasi di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, empat jalur panggilan telah disiapkan untuk mengurangi potensi penumpukan laporan.
"Durasinya sampai petugas datang adalah 15 menit. Kami menyediakan ada beberapa line di sana untuk membantu supaya tidak ada antrean di dalam Call Center tersebut," tutur Budi.
Agar penanganan lebih cepat, Dishub meminta penelepon menyampaikan lokasi, waktu kejadian, kronologi singkat, serta nomor yang dapat dihubungi kembali oleh petugas.
Berbeda dengan Jakarta Siaga 112
Kehadiran 1500813 menambah kanal pelayanan darurat yang sebelumnya sudah dimiliki Jakarta. Namun, fungsinya lebih spesifik pada transportasi dan persoalan lalu lintas.
Jakarta Siaga 112 tetap menjadi nomor darurat umum yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa untuk berbagai kondisi seperti kebakaran, kecelakaan, bencana, penyelamatan, serta kebutuhan medis darurat. Sementara 1500813 difokuskan pada penanganan transportasi dan kejadian yang berkaitan dengan mobilitas di jalan.
Dengan demikian, warga yang membutuhkan derek atau melaporkan gangguan fasilitas lalu lintas dapat menggunakan 1500813, sedangkan keadaan darurat yang mengancam keselamatan secara umum tetap dapat dilaporkan melalui 112.
Tetap Beroperasi meski Gedung Dishub Terbakar
Peluncuran call center sendiri dilakukan hanya dua hari setelah kebakaran Gedung Dinas Teknis di Jalan Abdul Muis yang turut berdampak pada ruang pengendalian lalu lintas Dishub di lantai 16. Untuk menjaga layanan tetap berjalan, petugas 1500813 direlokasi sementara ke Pusat Data dan Informasi Perhubungan di kawasan MT Haryono.
Dishub juga menargetkan sistem Intelligent Transportation System dan pengaturan lalu lintas yang terdampak dapat kembali berfungsi melalui lokasi baru dalam waktu sekitar satu bulan.
"Insya Allah, dalam satu bulan, Pak Gubernur, seluruh yang ada di lantai 16, proses ITS, pengaturan lalu lintas, bisa terlaksana kembali dan akan kami pindahkan di Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta," ungkap Budi.
Sistem cadangan di MT Haryono saat ini digunakan untuk menjaga fungsi pengaturan lalu lintas, termasuk dukungan bagi perjalanan VVIP, selama proses pemulihan berlangsung.
Peluncuran 1500813 menjadi bagian dari tiga program transportasi yang diperkenalkan Pemprov DKI pada hari yang sama. Selain call center, pemerintah meluncurkan rute khusus Transjakarta Bundaran Senayan-Ancol untuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor serta program Pelopor KITA Jakarta yang berfokus pada budaya keselamatan berlalu lintas.
Dengan layanan baru tersebut, tantangan Dishub berikutnya bukan hanya memastikan masyarakat mengetahui nomor 1500813, tetapi juga menjaga konsistensi waktu respons, ketersediaan petugas, dan kejelasan tindak lanjut setiap laporan agar konsep “satu nomor solusi transportasi Jakarta” benar-benar terasa di lapangan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar