Periskop.id - KUR BRI adalah program pinjaman modal kerja atau investasi bersubsidi pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia, yang dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Jika Anda sedang mencari pinjaman usaha dengan bunga rendah tanpa agunan tambahan, panduan ini merangkum syarat, suku bunga, dan batas plafon KUR BRI per Juli 2026.

Program ini menyasar pelaku UMKM yang dinilai layak secara usaha tetapi belum memiliki jaminan tambahan sehingga sulit mengakses kredit komersial biasa, atau yang kerap disebut sebagai segmen unbankable.

Berapa Suku Bunga KUR BRI Juli 2026?

Struktur bunga KUR BRI dibedakan berdasarkan jenis pinjaman dan urutan pengajuan. Untuk KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, suku bunga dipatok di angka 3% efektif per tahun.

Sementara untuk KUR Mikro (plafon di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta) dan KUR Kecil (plafon di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta), besaran bunga naik secara bertahap setiap kali debitur mengajukan pinjaman baru.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Pinjaman ke-1: 6% efektif per tahun

2. Pinjaman ke-2: 7% efektif per tahun

3. Pinjaman ke-3: 8% efektif per tahun

4. Pinjaman ke-4: 9% efektif per tahun

Siapa yang Bisa Mengajukan KUR BRI?

KUR BRI diperuntukkan bagi calon nasabah dengan usaha produktif yang secara finansial layak, tetapi belum pernah menerima kredit atau pembiayaan investasi maupun modal kerja secara komersial.

Ada tiga kategori kredit yang tidak menghalangi seseorang untuk mengajukan KUR BRI, yakni kredit konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga, pinjaman skema ultra mikro atau sejenisnya, serta pinjaman melalui platform peer-to-peer lending atau perusahaan pembiayaan berbasis digital.

Artinya, riwayat pinjaman di luar tiga kategori tersebut akan membuat calon debitur dianggap sudah pernah mengakses kredit komersial dan berpotensi tidak memenuhi syarat.

Plafon dan Batas Akad KUR BRI Per Jenis

KUR Super Mikro tidak memiliki batas jumlah akad, sehingga debitur dapat mengajukan kembali tanpa batasan frekuensi.

Untuk KUR Mikro, pembatasan berlaku berdasarkan sektor usaha. Debitur di sektor produksi 4P, yaitu pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, dapat mengajukan maksimal empat kali dengan akumulasi plafon hingga Rp400 juta. Di luar sektor 4P, batas pengajuan adalah dua kali dengan akumulasi plafon Rp200 juta.

Untuk KUR Kecil, akumulasi plafon debitur dibatasi sampai dengan Rp500 juta tanpa rincian batas frekuensi akad yang terpisah.

Hal yang Perlu Dicermati Sebelum Mengajukan

Kenaikan suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil per pinjaman berikutnya perlu diperhitungkan dalam perencanaan keuangan usaha. Bunga 6% di pinjaman pertama bisa meningkat hingga 9% pada pinjaman keempat.

Pastikan jenis usaha dan riwayat kredit Anda sesuai dengan ketentuan sebelum mendatangi kantor BRI terdekat. Memahami kategori pinjaman yang masih diizinkan dan yang tidak akan menghemat waktu proses pengajuan.