Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan maksimal kepada industri otomotif, mulai dari menciptakan permintaan (demand), memperbaiki iklim investasi, hingga menyiapkan berbagai insentif fiskal.

Namun, Purbaya mengingatkan pelaku usaha untuk tetap memenuhi kewajiban membayar pajak sebagai bentuk timbal balik atas dukungan yang diberikan negara.

"Selama Anda membangun di Indonesia, pemerintah akan memberi support yang maksimum. Asal Anda bayar pajak ya habis itu ya. Nanti nggak bayar pajak, gua susah juga entar," kata Purbaya saat sambutan di acara Pameran Otomotif GIIAS, Selasa (4/8).

Menurut Purbaya, pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bagi produsen otomotif di kawasan maupun pasar global. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah berkomitmen menciptakan lingkungan usaha yang kondusif sehingga industri dapat berkembang dan memperoleh keuntungan secara berkelanjutan.

"Kalau kata saya begini, saya akan ciptakan demand yang kuat sehingga Anda bisa berkembang dengan maksimal di sini. Saya akan perbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik," jelasnya.

Bendahara negara itu menegaskan dukungan pemerintah akan difokuskan kepada industri yang membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Menurutnya, kehadiran pabrik dan investasi baru akan memperkuat rantai pasok, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

"Industri otomotif inilah yang mewakili masa depan untuk menciptakan kendaraan yang lebih bersih, lebih cerdas, dan lebih efisien, dan dibangun di Indonesia. Itu yang penting, dibangun di Indonesia," tambahnya.

Purbaya menilai industri otomotif merupakan sektor strategis yang mewakili masa depan transportasi, melalui pengembangan kendaraan yang lebih bersih, lebih cerdas, dan lebih efisien. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi agar industri otomotif nasional mampu menjadi pemain penting di pasar global.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya inovasi dan riset untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif guna mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di sektor industri.

"Jadi, mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju. Indonesia memiliki pasar dan sumber daya dan talenta yang kita butuhkan sekarang adalah kecepatan dalam inovasi, kecepatan dalam investasi, dan kecepatan dalam pelaksanaan," tutup dia.