iklan periskop
Emas

Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1% Gara-gara Ini

Harga emas turun lebih dari 1% pada Senin (18/11), terdorong penguatan dolar AS dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

8 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1% Gara-gara Ini
Ilustrasi cadangan emas. Foto/Ilustrasi: Envato
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Harga emas turun lebih dari 1% pada Senin (18/11), dipengaruhi penguatan dolar AS dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) bulan depan. Investor menanti sejumlah data ekonomi yang tertunda minggu ini, yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan The Fed.

Emas spot tercatat turun 1,5% menjadi US$4.019,12 per ounce pukul 15:13 ET (20:13 WIB). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,5% menjadi US$4.074,5 per ounce. Indeks dolar AS (DXY) sedikit menguat, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Di pasar logam lainnya, perak spot turun 1,2% menjadi US$49,94 per ounce, platinum turun hampir 1% menjadi US$1.526,45, dan palladium turun 0,4% menjadi US$1.379,02.

“Pasar saat ini bergerak cukup fluktuatif menunggu rilis sejumlah data ekonomi yang melimpah, setelah pemerintah AS kembali beroperasi. Saat ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan oleh The Fed lebih rendah, sehingga menurunkan optimisme terhadap emas,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Melansir Reuters, Selasa (18/11), kalender ekonomi minggu ini mencatat data lapangan kerja bulan September pada Kamis, serta notulen pertemuan The Fed terakhir, yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, pada Rabu.

Sementara itu, semakin banyak pembuat kebijakan The Fed yang mempertahankan sikap hawkish, menunda penurunan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan Desember mendatang. Saat ini, pasar menilai probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Desember sebesar 41%, turun dari lebih dari 60% minggu lalu, menurut alat CME FedWatch.

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson mengatakan, bank sentral AS perlu melangkah perlahan dalam setiap pemangkasan suku bunga berikutnya, untuk menyesuaikan kebijakan ke level yang tidak lagi menekan inflasi.

Emas, yang termasuk aset safe-haven, biasanya diminati saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil. Analis Scotiabank memperkirakan harga emas mencapai US$3.800 per ounce pada 2026, dibandingkan US$3.450 per ounce tahun ini, dengan alasan kondisi ekonomi yang tidak menentu dan potensi penurunan suku bunga riil.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Emas, Harga Emas Hari Ini, harga emas dunia, dan harga emas dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.