periskop.id - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi. Penunjukan ini diumumkan usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3), yang membahas percepatan implementasi energi bersih dan terbarukan.

Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan akses energi yang merata bagi masyarakat. 

“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan,” ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (6/3).

Program 100 GW PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) menjadi salah satu agenda besar yang akan diprioritaskan. PLTS ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekolah dan desa-desa, terutama di wilayah terpencil. Menurut data International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia memiliki potensi energi surya lebih dari 3.000 GW, namun kapasitas terpasang baru sekitar 0,3 GW hingga 2025. Artinya, target 100 GW akan menjadi lompatan besar dalam sejarah transisi energi nasional.

Bahlil menambahkan, pembentukan satgas ini juga bertujuan mengurangi beban subsidi listrik. 

“Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” jelasnya.

Selain pembangunan PLTS, pemerintah juga menargetkan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik. 

“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” kata Bahlil. 

Targetnya, 120 juta sepeda motor akan dikonversi dalam kurun waktu tersebut. Indonesia, dengan jumlah sepeda motor terbesar di dunia, berpotensi menjadi pasar utama sekaligus pionir dalam elektrifikasi transportasi.

Kementerian ESDM juga menekankan pentingnya PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. Program ini diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini sudah mencapai 99,6%, namun masih menyisakan tantangan di daerah-daerah terisolasi.