Periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadikan lonjakan harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, sebagai momentum untuk melakukan transisi energi.

“Ini jadi momentum bagi pemerintah untuk terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan,” ucap Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia dikutip Selasa (10/3) seperti dilansir Antara. 

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai US$118 per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar US$64 per barel, dan US WTI berada di angka Us$57,87 per barel.

Menurut Anggia, dinamika harga minyak dunia yang terjadi saat ini menjadi pengingat bagi Kementerian ESDM, ketahanan energi tidak boleh hanya bergantung kepada satu sumber energi. Oleh karena itu, Kementerian ESDM akan mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), hingga bioenergi.

Lebih lanjut, Anggia menyampaikan, pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik yang memengaruhi harga komoditas, seperti minyak mentah.

Adapun yang menjadi prioritas bagi pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas energi di dalam negeri. Kementerian ESDM pun telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga ketahanan energi nasional, seperti mengalihkan impor dari Timur Tengah ke negara-negara lain yang tidak melalui Selat Hormuz.

“Tetapi di tengah dinamika harga minyak global, ini juga berdampak positif untuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sektor migas, karena kita juga punya produksi domestik di atas 600 ribu barel per hari,” ucap Anggia.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.

Iran telah membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Pada Minggu (8/3), AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran. Alhasil, harga minyak dunia pun melonjak hingga menembus US$100 per barel.

Satgas Percepatan Transisi Energi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi. Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan, pemerintah terus berupaya menyediakan akses energi yang menyeluruh bagi masyarakat.

Presiden Prabowo, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, memerintahkan Bahlil untuk mempercepat implementasi energi bersih dan terbarukan. Salah satunya adalah penyediaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang akan diperuntukkan bagi sekolah dan desa-desa.

"Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dalam rangka mempercepat realisasi transisi energi bersih dan terbarukan tersebut, Presiden Prabowo membentuk satgas percepatan transisi energi dengan menunjuk Bahlil sebagai ketuanya. Menurut Bahlil, pembentukan satgas ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melaksanakan transisi energi sekaligus untuk mengurangi subsidi.

"Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," tambah Bahlil.

Kementerian ESDM juga mendorong pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. Upaya ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah, untuk meningkatkan ketersediaan energi serta memperluas akses pelayanan energi hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Tidak hanya percepatan pembangunan PLTS, lanjut Bahlil, Presiden Prabowo juga meminta dirinya mengoptimalkan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik. Secara bertahap, pemerintah akan mengonversi 120 juta sepeda motor dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan In Sya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," sebut Bahlil.