Periskop.id - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, membuka pendaftaran Indonesia Patent Awards atau IPA 2026 mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Ajang berskala nasional tersebut tidak sekadar menilai jumlah paten yang dimiliki perusahaan. DJKI mencari paten yang telah diterapkan dalam kegiatan usaha, menghasilkan nilai ekonomi, serta memberikan dampak bagi industri dan masyarakat.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan, IPA 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah mengubah paten dari sekadar dokumen perlindungan hukum menjadi aset produktif.
“Melalui IPA, kami ingin memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah membuktikan paten dapat menjadi motor penggerak inovasi, meningkatkan daya saing industri, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ucapnya, Sabtu (1/8).
Menurut Hermansyah, keberhasilan inovasi tidak cukup diukur berdasarkan banyaknya paten yang didaftarkan. Paten juga harus dapat dikomersialkan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing perusahaan, dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Melalui penghargaan ini, DJKI berharap perusahaan semakin terdorong untuk berinvestasi dalam riset dan pengembangan. Kekayaan intelektual juga diharapkan mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan hanya instrumen perlindungan dari peniruan.
Syarat Mengikuti Indonesia Patent Awards 2026
IPA 2026 terbuka bagi Badan Usaha Milik Negara dan badan usaha swasta nasional yang berbadan hukum di Indonesia. Perusahaan juga harus mempunyai nomor induk berusaha atau NIB yang masih aktif.
Paten yang diajukan harus telah berstatus diberikan atau granted, masih berada dalam masa perlindungan, serta sudah diterapkan atau dikomersialkan. Paten juga tidak boleh sedang menjadi objek sengketa hukum.
Perusahaan multinasional asing tidak dapat mengikuti kategori terbuka tersebut. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengajukan satu kategori penghargaan dalam satu periode penyelenggaraan.
Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang DJKI Andrieansjah memastikan seluruh perusahaan dari berbagai wilayah dapat mengikuti seleksi tanpa biaya pendaftaran. “Perusahaan dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kompetisi ini,” ujarnya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi ipa.dgip.go.id. Peserta harus mengunggah dokumen administrasi dan bukti yang menunjukkan paten telah diterapkan atau menghasilkan nilai komersial.
Setelah seluruh dokumen dikirimkan, peserta akan memperoleh kode unik sebagai bukti bahwa proses pendaftaran telah berhasil. Dokumen masih dapat diperbarui selama masa pendaftaran berlangsung, tetapi tidak dapat diubah setelah batas pengajuan berakhir.
Dua Kategori Penghargaan
Indonesia Patent Awards 2026 menghadirkan dua kategori utama. Kategori pertama adalah Best Commercialization Model, yang diberikan kepada perusahaan dengan model bisnis komersialisasi paten paling efektif.
Penilaian dalam kategori tersebut mencakup kejelasan strategi mendapatkan pendapatan, seperti lisensi, royalti, atau produksi mandiri. Dewan juri juga mempertimbangkan kesiapan pasar dan kemitraan antara inventor dengan perusahaan maupun sektor industri.
Kategori kedua adalah Best Green and Blue Innovation Patent. Penghargaan ini ditujukan kepada inovasi berbasis paten yang mendukung keberlanjutan lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, pengurangan dampak lingkungan, pelestarian ekosistem, dan pengembangan ekonomi maritim.
Proses penilaian akan memperhitungkan kualitas dan tingkat kebaruan paten, komersialisasi, skalabilitas usaha, legalitas, dampak sosial dan ekonomi, kontribusi terhadap program strategis nasional, serta tata kelola kekayaan intelektual perusahaan.
Penjurian tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026. Pertemuan teknis digelar pada 19 Oktober, sedangkan penjurian tahap kedua dilaksanakan pada 26 hingga 29 Oktober 2026.
Pemenang akan diumumkan pada pekan pertama November 2026, kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan pada pekan kedua bulan yang sama. Selain memperoleh plakat dan sertifikat, pemenang berkesempatan mempresentasikan inovasinya dalam forum bisnis yang dihadiri investor nasional dan internasional.
Permohonan Paten Indonesia Terus Bertambah
Penyelenggaraan IPA 2026 berlangsung ketika permohonan paten di Indonesia menunjukkan pertumbuhan. DJKI mencatat 15.192 permohonan paten sepanjang 2025 dari total sekitar 407 ribu permohonan kekayaan intelektual yang diterima pada tahun tersebut.
Secara terpisah, sebanyak 5.868 permohonan paten pada 2025 tercatat berasal dari inventor dalam negeri. Namun, DJKI menilai peningkatan jumlah permohonan masih perlu dibarengi dengan lebih banyak paten yang lolos pemeriksaan, diterapkan, dan menghasilkan manfaat ekonomi.
Persoalan pemanfaatan paten juga menjadi perhatian di lingkungan pendidikan dan riset. Sebelumnya dilaporkan, perguruan tinggi menyumbang sekitar 60% paten di Indonesia, tetapi pemanfaatan kekayaan intelektual yang dihasilkan masih relatif rendah.
Di tingkat global, Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau WIPO mencatat sekitar 3,7 juta permohonan paten diajukan sepanjang 2024. Jumlah tersebut meningkat 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi baru.
Pertumbuhan itu memperlihatkan persaingan inovasi semakin ketat. Tantangan Indonesia bukan hanya menambah jumlah paten, tetapi memastikan teknologi yang telah dilindungi dapat diproduksi, digunakan industri, menarik investasi, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Indonesia Patent Awards 2026 diharapkan menjadi salah satu penghubung antara kegiatan penelitian, perlindungan hukum, dan dunia usaha. Dengan demikian, paten tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi berkembang menjadi produk, teknologi, dan solusi yang bernilai ekonomi.
Tinggalkan Komentar
Komentar