iklan periskop
Energi

Bahlil Lahadalia: BBM Subsidi Tetap Aman, Minta Penggunaan Bijak dan Tak Ada Penimbunan

Bahlil menegaskan bahwa BBM yang dijual di SPBU hanya diperuntukkan bagi kebutuhan harian masyarakat, bukan untuk industri. Ia mengimbau penggunaan BBM secara bijak dengan batas wa...

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026. Foto oleh BPMI Setpres/Rusman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan harian masyarakat, bukan untuk digunakan dalam kegiatan industri. 

Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan dan memperoleh pasokan BBM. Ia menegaskan bahwa SPBU hanya melayani kebutuhan konsumsi harian dengan batas yang wajar sekitar 30 hingga 40 liter per hari.

“Tolong SPBU ini bukan untuk industri, tolong dipakai dengan bijaksana. Kalau satu hari, katakanlah cukup contoh, contoh ya cukup 30 liter, 40 liter, ya mbok itu cukup.” kata Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3), yang disiarkan secara daring.

Terkait kebijakan harga, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan pada BBM bersubsidi meski kondisi global tengah bergejolak.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bareng Kementerian Keuangan masih terus cari dan nyusun skema subsidi yang pas, supaya dampak krisis nggak langsung terasa ke masyarakat, terutama soal daya beli.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena hal tersebut berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi.

Bahlil Jaga Pasokan BBM, Wanti-Wanti Soal Penimbunan

Bahlil  mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapat arahan dari presiden untuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara. Selain itu, ia bersama tim juga diminta untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi yang tersedia guna menjaga ketahanan energi nasional.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah sekarang terus mengoptimalkan produksi BBM, baik dari kilang dalam negeri maupun lewat impor dari negara di luar Timur Tengah. Meski begitu, cadangan minyak mentah nasional saat ini diperkirakan masih di kisaran 21 sampai 28 hari.

Bahlil  juga mengimbau kendaraan industri agar lebih bijak saat membeli BBM, terutama yang bersubsidi. Ia turut menegaskan agar tidak ada lagi praktik penimbunan.

“Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan," ucapnya.

Indonesia masih punya opsi untuk mendatangkan minyak mentah dari negara lain sebagai pengganti sekitar 20% impor dari Timur Tengah yang biasanya melewati Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat situasi konflik.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bahlil Lahadalia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan pasokan bbm dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.