periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis Indonesia akan mengalami surplus bahan bakar jenis solar pada tahun ini seiring implementasi program biodiesel B50.

‎Menurutnya, kebijakan pencampuran biodiesel tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan impor.

‎"Saya juga menyampaikan bahwa dengan implementasi B50, maka insya Allah di tahun ini kita akan mengalami surplus untuk solar kita," kata Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Rabu (1/4).

‎Selain itu, kata Bahlil, potensi surplus juga akan didukung oleh mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur.

‎"Jadi ini menjadi kabar baik begitu RDMP di Kalimantan Timur sudah kita operasikan," terangnya. 

‎Sebagai informasi, Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimum yang ditetapkan. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Selasa (31/3). 

‎Bahlil menjelaskan, ketersediaan energi mencakup seluruh jenis bahan bakar, mulai dari bensin, solar, hingga gas, avtur, dan LPG, yang saat ini dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎"Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional," kata Bahlil. 

‎Menurut Bahlil, kepastian ini menjadi kabar positif di tengah ketidakpastian global, khususnya akibat ketegangan geopolitik yang berdampak pada sektor energi di berbagai negara.