Periskop.id - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan 29 dari 126 terminal bahan bakar minyak miliknya sudah siap menyalurkan Biosolar B50. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap selama masa transisi berlangsung.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan, kesiapan itu sejalan dengan ketetapan pemerintah soal implementasi B50. Ia juga memastikan pihaknya aktif memantau kelancaran distribusi hingga ke lembaga penyalur agar bahan bakar tersebut bisa diakses masyarakat.

"Hari ini, 29 dari 126 terminal Pertamina siap mendistribusikan B50 sesuai ketetapan dari pemerintah," ujar Kitty saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (2/7).

Kebijakan B50 berpijak pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel dengan solar sebesar 50%. Badan usaha yang masih memiliki stok B40 diberi kelonggaran untuk menyalurkannya hingga 30 September 2026, sesuai standar dan spesifikasi yang berlaku.

Kitty menyebutkan, proses monitoring terus dilakukan untuk memastikan rantai distribusi berjalan tanpa hambatan. Hal itu mencakup pengawasan dari terminal hingga titik akhir distribusi ke konsumen.

"Kami masih terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi B50 berjalan lancar, sampai ke lembaga penyalur, dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat," tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan B50 bakal diluncurkan pada Juli 2026. Ia meyakini penerapan biodiesel itu akan membawa banyak penghematan dan memperkuat kemandirian energi nasional, terutama di tengah gejolak di jalur distribusi minyak dunia seperti yang tengah terjadi di Selat Hormuz.

"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut menegaskan kesiapan seluruh sektor menjelang peresmian B50. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut implementasi akan dijalankan serentak di semua sektor secara bersamaan. B50 sendiri sudah diujicobakan pada berbagai jenis kendaraan dan alat berat, mulai dari kapal, kereta api, ekskavator, alat tambang, hingga mesin pertanian.

"Sudah siap di seluruh Indonesia, persiapannya matang," kata Anggia.