periskop.id - Zaim Uchrowi, suami Ira Puspadewi, mengungkapkan keadaan istrinya di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku, sang istri mulai berkemas, meskipun sampai sekarang surat keputusan rehabilitasi belum diterima KPK.

“Iya tentu (sudah mulai berkemas), barangnya banyak yang perlu dikirim satu-satu,” kata Zaim, saat menjenguk Ira di Gedung KPK, Kamis (27/11).

Namun, Zaim tak mengetahui barang-barang apa saja yang sudah dikemas oleh Ira. Sebab, ia hanya bertemu Ira di ruang pertemuan.

“Enggak tau kan kita cuma di ruang pertemuan, sementara (barangnya) di dalam,” jelas dia.

Zaim juga mengungkapkan, selama ditahan, sang istri membawa banyak buku ke dalam rutan, mulai dari tentang spiritual sampai novel. Namun, ia tak mengetahui, apakah buku tersebut sudah dikemas atau belum.

“Oh banyak, ada buku spiritual, lalu novel, sama majalah,” ujar dia.

Zaim juga mengungkapkan kondisi Ira yang menjadi lebih sehat selama berada di Rutan. Sebab, Ira lebih sering olahraga selama ditahan.

“Baik, baik alhamdulillah (kondisi Ira). Jadi lebih aktif pingpong dan jauh lebih sehat karena pingpong dan nge-gym,” ungkap Zaim.

Sementara itu, Zaim sebenarnya berharap agar sang istri dapat bebas sejak kemarin, Rabu (26/11). Namun, sampai sekarang belum mengetahui terkait kelanjutan surat rehabilitasi itu.

“Kita enggak tau, itu kan wewenang dari dalam. Kita percaya lah prosesnya. Saya juga enggak tahu, pokoknya kita nunggu,” ungkap Zaim.

Meskipun tak jadi bebas kemarin, Zaim berterima kasih terhadap Prabowo yang telah memberikan rehabilitasi itu. Ia mengaku mengetahui hal tersebut dari pemberitaan di televisi.

“Tentu kita sangat berterima kasih kepada presiden, ini sesuatu yang tidak kita duga, tetapi sebetulnya kita terkejut dan presiden memberikan itu. Itu sesuatu yang tidak kita duga dan sangat-sangat berterima kasih,” ucap dia.

Zaim tiba di KPK untuk menjenguk Ira dengan membawa dokumen yang dipelajari sang istri selama persidangan.

Setelah selesai mengunjungi sang istri, ia membawa pulang beberapa makanan.

“Saya malah bawa pulang ini (biskuit kuenya), ada ini ada bubur, dari dalem, malah kita bawa pulang,” tutur dia.

Diketahui, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan, pihaknya telah menerima berbagai aspirasi dan laporan dari masyarakat terkait dinamika yang terjadi di PT ASDP.

Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dasco telah melalui proses komunikasi intensif antara DPR dan pemerintah menghasilkan keputusan penting berupa rehabilitasi untuk pejabat PT ASDP.

“Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah pada hari ini Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut,” tutur Dasco, Selasa (25/11).

Adapun, tiga nama pejabat tinggi PT ASDP itu adalah Ira Puspadewi, Muhammad Yusuf Hadi, dan Harry Muhammad Adhi Caksono. Mereka diduga merugikan negara senilai Rp1,25 triliun. Perbuatan korupsi para terdakwa dilakukan bersama-sama dengan Adjie sebagai pemilik manfaat PT JN.