periskop.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan penggunaan fasilitas jet pribadi milik Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang murni akibat ketiadaan penerbangan komersial malam hari menuju Makassar. Pemakaian pesawat khusus ini menjadi solusi darurat agar ia bisa segera kembali ke Jakarta pada keesokan harinya.

Nasaruddin menyampaikan klarifikasi ini secara langsung di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/2). "Karena jam 11 malam kan nggak mungkin ada pesawat lagi ke sana dan besok paginya balik lagi karena ada persiapan sidang isbat," ucapnya.

Agenda kenegaraan sangat mendesak memaksanya mencari alternatif transportasi udara paling cepat. Ia harus segera memimpin persiapan tahapan sidang penentuan awal bulan Hijriah di ibu kota.

Kehadirannya menyambangi lembaga antirasuah merupakan inisiatif pribadi guna melaporkan penggunaan fasilitas tersebut secara gamblang. Langkah proaktif pelaporan ini menjadi wujud transparansi nyata seorang pejabat publik.

Nasaruddin sengaja memberikan keterangan terbuka demi menanamkan nilai akuntabilitas di lingkungan kementerian. Ia sangat berharap tindakan pelaporan mandiri ini menular kepada seluruh jajaran pegawainya.

“Itulah tekad saya, saya ingin menjadi contoh ya terhadap para bawahan kami nanti, staf kami di seluruh lapisan bawah kami kan sampai di tingkat KPK," tegasnya.

Sikap keterbukaan ini turut diharapkan menjadi inspirasi bagi jajaran aparatur pemerintahan lainnya. "Nah, kemudian juga mungkin para penyelenggara yang lain ya, mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran buat teman-teman yang lain ya,” tambahnya.

Polemik transportasi udara pejabat ini awalnya ramai menjadi perbincangan awam melalui media sosial X. Akun bernama @ZakkiAmali mengunggah sorotan tajam terkait lawatan kerja sang menteri.

Unggahan warganet tersebut menyoroti pemakaian pesawat mewah tipe Embraer Legacy 600 saat perjalanan dinas pada Kamis (19/2). “Menteri Agama menggunakan private jet Embrarier Legacy 600 dalam kunjungan kerja ke Bone baru-baru ini,” cuitnya.

Institusi pemerintahan terkait sebenarnya sudah lebih dahulu merespons sorotan luas publik ini. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar sempat memberikan keterangan tertulis resmi.

Thobib menerangkan penyediaan pesawat tersebut murni berawal dari inisiatif Oesman Sapta Odang. Bantuan operasional ini bertujuan penuh mendukung efisiensi waktu kerja menteri di tengah rentetan jadwal sangat padat.