periskop.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan pesan menyentuh bagi anak muda Indonesia. Ia meminta para pemuda, terutama yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, untuk tidak menyerah pada kondisi bangsa dan tetap memilih pulang ke Tanah Air.

"Saya ingin berbicara kepada anak-anak muda di Indonesia, mungkin yang di luar negeri sekarang atau sedang belajar, mohonlah kembali ke Indonesia. Jangan putus asa dengan negara kita. Masih banyak harapan, masih banyak orang baik di sini," kata Nadiem di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Meskipun saat ini ia berada dalam posisi sebagai terdakwa, Nadiem menegaskan rasa cintanya terhadap Indonesia tidak luntur. Ia meyakini setiap bentuk pengabdian kepada bangsa, dalam situasi apa pun, tidak akan pernah sia-sia.

"Sampai saya dipenjara pun, saya masih akan mengabdi untuk negara. Karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia. Jadi mohon anak-anak muda jangan putus asa. Saya masih cinta negara ini," tegas Nadiem.

Nadiem mengaku teringat kembali masa mudanya saat membangun Gojek setelah mendengarkan kesaksian dari rekan-rekan lamanya di persidangan. Ia mengisahkan bagaimana ide Gojek muncul saat dirinya masih menempuh studi S2 di Amerika Serikat. Namun, ia memilih pulang demi memberi kontribusi bagi negara.

"Saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk membangun Gojek, menciptakan jutaan pekerjaan. Saya teringat masa muda kita membangun Gojek, anak-anak muda yang mau mengabdi untuk negara," ujarnya sambil mengenang masa mudanya.

Nadiem pun mengajak generasi penerus untuk tetap melihat harapan di Indonesia dan berani mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

“Masih banyak harapan di Indonesia. Kembalilah ke Indonesia dan berkontribusilah kepada negara ini. Saya masih cinta negara ini,” ucap Nadiem.