periskop.id - Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dilaporkan sedang bersiap menjalani operasi untuk kelima kalinya. Kondisi kesehatan terdakwa kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ini memburuk pasca-persidangan pekan lalu.
Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengungkapkan kliennya telah kembali dilarikan ke rumah sakit sejak Sabtu (25/4) dan kini dalam masa observasi medis sebelum naik ke meja operasi.
“Semenjak hari Sabtu (25/4), Pak Nadiem masuk kembali ke rumah sakit dan sekarang dalam masa persiapan untuk segera dilakukan operasi. Jika operasi ini jadi dilakukan, maka ini adalah operasi yang kelima, karena sebelumnya sudah empat kali operasi,” kata Ari Yusuf di Pengadilan Tipikor PN Jakpus, Senin (27/4).
Ari Yusuf menyayangkan kejadian pada persidangan Rabu (22/4) pekan lalu. Menurutnya, saat itu Nadiem sudah dalam kondisi sakit parah, tetapi tetap dipaksakan untuk dibawa dari tahanan menuju area persidangan, meskipun akhirnya tidak dihadirkan di ruang sidang.
Kondisi tersebut dinilai membawa dampak besar terhadap penurunan kesehatan Nadiem sehingga tindakan operasi menjadi satu-satunya jalan.
“Beliau dipaksa untuk dibawa ke persidangan, tapi tidak dihadirkan di ruang sidang. Ternyata itu membawa dampak luar biasa dan akhirnya beliau harus segera dilakukan operasi,” jelasnya.
Kuasa hukum kini mendesak majelis hakim segera memutus permohonan penangguhan atau pengalihan status tahanan. Ari menjelaskan, pasca-operasi nanti, Nadiem sangat membutuhkan lingkungan yang steril untuk pemulihan agar penyakitnya tidak kembali berulang.
“Untuk itulah kami mengajukan penangguhan penahanan atau pengalihan status tahanan, agar setelah operasi penyakitnya tidak kambuh lagi dan sidang bisa berjalan lancar,” ungkap Ari.
Diketahui, Nadiem Makarim didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022. Ia juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp809 miliar.
Tinggalkan Komentar
Komentar