periskop.id - Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tidak menerima penahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka korupsi kuota haji.

Setelah Yaqut keluar usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengenakan rompi oranye, ratusan anggota Banser di depan Gedung Merah Putih KPK meneriakkan “KPK zalim.”

“KPK zalim, KPK zalim, KPK zalim,” teriak massa Banser secara kompak di depan Gedung KPK, Kamis (12/3).

Sebagian anggota Banser bahkan tampak ingin masuk ke Gedung KPK. Mereka mendorong portal yang tertutup dan dijaga ketat oleh polisi.

Tak hanya itu, beberapa anggota juga terlihat membakar kaos KPK berwarna hitam di depan gedung.

“Gus Yaqut, Gus Yaqut, Gus Yaqut,” ucap massa aksi dengan lantang dan kompak.

Saat aksi berlangsung, polisi hanya mengawal di depan massa. Hal unik terlihat karena polisi yang berjaga mengenakan peci dan sorban putih.

Mereka menentang penahanan lantaran Yaqut merupakan Ketua Penasihat Muda PBNU. Akibatnya, mereka menganggap Yaqut sebagai sahabat dan saudara.

Diketahui, Yaqut resmi ditahan oleh KPK dalam kasus korupsi kuota haji. Penahanan dilakukan mulai Kamis (12/3).

Berdasarkan pantauan Periskop.id, sekitar pukul 18.45 WIB, Yaqut selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi kuota haji. Ia keluar dari ruangan sudah mengenakan rompi oranye yang berarti resmi ditahan oleh KPK.

Kendati demikian, Yaqut mengaku tidak menerima sedikit pun keuntungan dari kasus tersebut.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya,” kata Yaqut di Gedung KPK, Kamis (12/3).