periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemindahan belasan orang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap menuju Jakarta. Para pejabat daerah tersebut dijadwalkan segera menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih.

"Dari 27 orang yang diamankan di lokasi, 13 orang di antaranya dibawa ke Jakarta," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (14/3).

Rombongan pembawa belasan orang tersebut menempuh perjalanan darat menembus gelapnya hari. Tim penyidik tiba di markas lembaga antirasuah menjelang waktu subuh.

"Tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 02.35 WIB," ungkapnya.

Para pihak tertangkap tangan ini langsung mendapat arahan masuk menuju ruang pemeriksaan penyidik. Ruangan interogasi tersebut berlokasi tepat di lantai dua Gedung KPK.

Jajaran pimpinan tertinggi eksekutif Kabupaten Cilacap mendominasi daftar rombongan tersebut. Beberapa pejabat teknis daerah ikut terseret pusaran dugaan kasus suap proyek infrastruktur ini.

"Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap," jelasnya.

Penyidik terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 13 orang tersebut. Proses penggalian keterangan masih berlangsung hingga saat ini demi mengumpulkan alat bukti.

Kegiatan penyelidikan tertutup ini bermula dari pergerakan tim KPK di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/3). Operasi senyap ini berhasil menjaring puluhan orang dari berbagai kalangan.

"Benar hari ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Cilacap, di mana hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap," katanya saat mengonfirmasi operasi tersebut di Gedung KPK, Jumat (13/3).

Pejabat utama daerah yang terjaring operasi tangkap tangan ini bernama Syamsul Auliya Rachman. Sang bupati tak luput dari pengamanan tim penyidik saat operasi berlangsung di lapangan.

Pelaksanaan operasi tertutup ini mendapat konfirmasi langsung dari jajaran pimpinan tertinggi lembaga antirasuah. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan giat penindakan tersebut.

"Benar," katanya merespons pertanyaan wartawan terkait penangkapan Bupati Cilacap, Jumat (13/3).