periskop.id - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkapkan kesimpulan sementara terkait aksi serangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan analisis komprehensif, tim hukum menilai peristiwa penyiraman air keras tersebut bukan sekadar penganiayaan, melainkan upaya percobaan pembunuhan berencana.
Direktur LBH Jakarta sekaligus kuasa hukum Andrie Yunus, Fadhil Alfthan, menjelaskan pihaknya telah menguji peristiwa ini menggunakan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 17 KUHP tentang percobaan tindak pidana, serta Pasal 20 huruf C dan D KUHP mengenai penyertaan.
“Maka kesimpulan sementara kami, serangan terhadap rekan kami Andrie Yunus adalah percobaan pembunuhan berencana,” kata Fadhil di Gedung YLBHI, Senin (16/3).
Fadhil menjelaskan tiga poin utama yang memperkuat indikasi adanya niat pelaku untuk menghilangkan nyawa korban. Pertama, pelaku dinilai memiliki kesadaran penuh terhadap alat dan metode serangan. Air keras merupakan zat korosif yang sangat berbahaya jika disiramkan kepada orang lain.
Kedua, serangan tersebut secara spesifik menyasar bagian tubuh vital korban. Pelaku mengarahkan siraman ke area wajah dan kepala yang merupakan bagian sangat rentan.
“Salah satu bagian yang disasar dari penyiraman air keras terhadap rekan Andrie Yunus adalah bagian wajah dan kepala, yang mana termasuk bagian-bagian rentan baik itu mata maupun saluran pernapasan. Hal ini tentu dapat berdampak fatal hingga menyebabkan kematian,” jelas Fadhil.
Ketiga, momentum serangan. Pelaku melakukan aksinya saat Andrie Yunus sedang berkendara sepeda motor di malam hari. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa berakibat fatal bagi korban.
“Maka dari itu kami berkesimpulan, niat atau kesengajaan untuk menyiram air keras adalah niat untuk melakukan pembunuhan,” tegas Fadhil.
Adapun penyiraman air keras ini terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie yang baru saja menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI dihampiri oleh dua orang laki-laki misterius yang berboncengan motor matic melawan arah. Akibat serangan tersebut, Andrie menderita luka bakar hingga 24% yang tersebar di area tangan, wajah, dada, hingga bagian mata.
Tinggalkan Komentar
Komentar