periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melindungi jajaran Satgas Penguasaan Kawasan Hutan (PKH) dari segala bentuk intimidasi. Ia menyatakan akan "pasang badan" dan menganggap ancaman terhadap personel Satgas di lapangan sebagai ancaman langsung terhadap institusi kepresidenan.

“Kalau ada yang mengancam anggota Satgas PKH, berarti dia mengancam Presiden Republik Indonesia! Kalau ada yang menghalangi pekerjaan Satgas PKH, berarti dia menghalangi pekerjaan Presiden Republik Indonesia!” kata Prabowo di Gedung Kejagung, Jumat (10/4).

Prabowo memperingatkan pihak-pihak yang mencoba menghambat proses penegakan hukum di sektor kehutanan. Ia menegaskan tidak akan ragu menggunakan kekuasaan penuh yang diatur dalam konstitusi untuk melindungi bawahannya.

“Dan percayalah, saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 kepada Presiden Republik Indonesia. Saya akan gunakan itu untuk menegakkan hukum, tanpa pandang bulu dan tanpa melihat siapa pun,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung para elite di Jakarta yang dinilai kurang memahami beratnya risiko kerja Satgas PKH di lapangan.

“Bagi kita, bagi elite yang ada di Jakarta, di ruangan ber-AC, tidak bisa membayangkan betapa sulitnya pekerjaan Satgas PKH ini. Dan saya mengerti saudara-saudara, saya mengerti karena seorang presiden punya banyak mata dan telinga,” ungkapnya.

Prabowo pun menyadari intimidasi sering kali dialami oleh personel yang berhadapan langsung dengan penguasa lahan ilegal. Namun, ia meminta Satgas PKH tidak gentar karena dukungan negara berada sepenuhnya di belakang mereka.

“Saya paham banyak anggota Satgas PKH yang diancam, ada juga yang diintimidasi, dan sebagainya. Sekali lagi saya sangat menghargai pekerjaan serta pengorbanan saudara-saudara,” ujar Prabowo.