periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan keras sekaligus pesan mendalam kepada seluruh aparatur sipil dan pejabat negara. Ia menegaskan, bekerja di lingkungan pemerintahan bukan sekadar mencari nafkah, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan pengabdian penuh kepada bangsa.
Presiden mengakui adanya tantangan terkait standar penghasilan di birokrasi, namun ia meminta para pemangku jabatan untuk tetap melihat kondisi rakyat yang jauh lebih sulit.
“Kita paham, saya mengerti gaji kalian mungkin tidak cukup. Tapi kalau kita lihat rakyat kita yang lebih parah dari kita, kita harus memahami bahwa bekerja di pemerintah adalah pengabdian! Berapa ribu kali saya harus tekankan, bekerja di pemerintah adalah pengorbanan dan pengabdian!” kata Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4).
Kegigihan Prabowo dalam menekankan nilai pengabdian ini berkaitan erat dengan upayanya memberantas praktik korupsi dan penjarahan aset negara. Ia menyebut kekayaan bangsa telah “dirampok” dalam waktu yang terlalu lama sehingga diperlukan langkah darurat untuk menyelamatkannya.
Sebagai bukti nyata, ia menyinggung penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 sebagai landasan pembentukan Satgas Penguasaan Kawasan Hutan (PKH).
“Sudah terlalu lama kekayaan bangsa dan rakyat dirampok. Terlalu lama. Saya keluarkan Perpres ini, Perpres Nomor 5 Tahun 2025 bulan Januari. Tiga bulan setelah saya menerima mandat, saya keluarkan, saya membentuk Satgas PKH,” jelasnya.
Prabowo pun mengimbau agar seluruh jajaran di bawah kepemimpinannya mengutamakan integritas dalam menjalankan tugas. Ia meminta agar mandat yang telah diberikan oleh rakyat tidak dikhianati demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
“Saya mengimbau, ayo kita semua yang diberi kepercayaan rakyat, mari kita laksanakan tugas yang diberikan oleh rakyat kepada kita dengan baik,” ungkap Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar