Periskop.id - Presiden AS Donald Trump belum bersedia untuk menyatakan operasi terhadap Iran telah berakhir.
"Saya masih belum menyatakan operasi ini berakhir," kata Trump kepada wartawan, ketika ditanya apakah ia percaya pernyataan tentang penghancuran kemampuan militer Iran harus diikuti dengan deklarasi.
Selain itu, Trump mengeklaim, Washington dan Teheran sedang melakukan dialog diplomatik di tengah konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara.
"Kami sedang berbicara dengan mereka, tetapi saya rasa mereka belum siap. Tetapi mereka cukup dekat (dengan kesepakatan dengan AS)," kata Trump, menanggapi pertanyaan wartawan soal itu.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan, korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel, serta target militer AS di kawasan Timur Tengah. AS dan Israel menjelaskan operasi militer tersebut dimulai sebagai serangan pendahuluan dan dugaan ancaman dari Teheran terkait program nuklirnya.
Namun, mereka sekarang tidak lagi menyembunyikan keinginan mereka untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Beberapa Pekan
Sebelumnya, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright, Minggu (15/3) menyatakan perang melawan Iran akan berakhir dalam beberapa pekan. Pernyataan itu memberikan perkiraan waktu paling pasti dari pemerintah AS, sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
"Konflik ini akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan," kata Wright seperti dikutip ABC News, seraya menambahkan konflik itu "bisa lebih cepat dari itu."
Wright mengatakan, warga AS akan terus merasakan dampak kenaikan harga bensin selama beberapa pekan lagi. Namun, kondisi diperkirakan akan membaik setelah konflik berakhir, meski dia mengatakan "tidak ada jaminan sama sekali dalam perang."
Dia menggambarkan gangguan jangka pendek tersebut sebagai risiko yang harus dihadapi. Pernyataan Wright muncul ketika serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas serangan dengan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Terkait dengan pengakhiran perang, Iran sendiri, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Minggu (15/3) mengaku, akan menyambut baik setiap inisiatif regional yang mengarah pada penyelesaian konflik di Timur Tengah secara adil.
Pada Jumat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan setiap inisiatif untuk memperkuat persatuan di Timur Tengah, serta memulihkan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan itu.
"Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang. Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil," kata Araghchi dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed.
Tinggalkan Komentar
Komentar