periskop.id - Kecelakaan pesawat Air Canada di Bandara LaGuardia, New York, menjadi sorotan dunia penerbangan setelah insiden tragis yang terjadi pada Minggu malam (22/3). Peristiwa ini melibatkan pesawat regional Air Canada Express yang bertabrakan dengan kendaraan pemadam kebakaran di landasan pacu saat proses pendaratan. 

Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga memicu investigasi besar oleh otoritas keselamatan transportasi Amerika Serikat.

Pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation itu diketahui tengah menjalani penerbangan dari Montreal menuju New York dengan membawa sekitar 72 penumpang dan empat awak. 

Proses penerbangan berlangsung normal hingga memasuki fase pendaratan, yang seharusnya menjadi tahap akhir sebelum pesawat berhenti dengan aman di bandara. 

Kronologi Kecelakaan di Landasan

Melansir berbagai sumber, berdasarkan laporan otoritas bandara insiden bermula ketika pesawat mendarat dan melaju di landasan dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah truk pemadam kebakaran sedang melintasi landasan setelah mendapat izin untuk merespons insiden lain di area bandara.

Komunikasi darurat dari pengawas lalu lintas udara sempat terdengar, berisi peringatan agar kendaraan tersebut segera berhenti. Namun, waktu yang sangat sempit membuat tabrakan tidak terhindarkan. Benturan keras terjadi di jalur taksi, menyebabkan bagian depan pesawat mengalami kerusakan parah. 

Dampak tabrakan sangat signifikan. Kokpit pesawat dilaporkan hancur seketika akibat benturan, sementara kendaraan pemadam kebakaran terbalik dan terseret di landasan. Situasi di dalam kabin berubah menjadi panik, dengan penumpang mengalami guncangan hebat dan sebagian terlempar dari kursi mereka. 

Tim darurat segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban. Operasional bandara sempat dihentikan total selama beberapa jam sebelum akhirnya dibuka kembali secara terbatas setelah proses penanganan awal selesai. 

Penyebab Kecelakaan (Sementara)

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh National Transportation Safety Board (NTSB). Namun, indikasi awal mengarah pada faktor koordinasi di landasan antara pesawat dan kendaraan darurat.

Kendaraan pemadam diketahui telah mendapatkan izin untuk melintas, sementara pesawat juga berada dalam fase pendaratan aktif. Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan miskomunikasi atau kegagalan prosedur pengendalian lalu lintas udara. Selain itu, faktor waktu reaksi yang sangat singkat menjadi salah satu penyebab utama tabrakan tidak dapat dihindari. 

Beberapa saksi juga menyebut adanya pendaratan yang terasa keras sebelum tabrakan, meskipun belum ada konfirmasi apakah faktor teknis pesawat turut berkontribusi terhadap kecelakaan ini. 

Korban Jiwa dan Dampak Kecelakaan

Insiden ini menewaskan dua pilot yang berada di kokpit pesawat. Identitas salah satu korban diketahui adalah seorang pilot muda asal Kanada yang sedang menjalani karier di dunia penerbangan komersial. 

Selain korban jiwa, puluhan penumpang dan awak mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Beberapa di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara lainnya mengalami luka ringan. Petugas pemadam kebakaran yang berada di dalam kendaraan juga dilaporkan mengalami cedera akibat benturan keras. 

Kecelakaan ini sendiri menjadi salah satu insiden paling serius di Bandara LaGuardia dalam beberapa dekade terakhir, sekaligus mengakhiri catatan keselamatan panjang tanpa kecelakaan fatal di bandara tersebut.

Dampak Lebih Luas dan Investigasi

Pasca kejadian, otoritas bandara langsung menutup operasional sementara untuk memastikan keamanan area dan kelancaran evakuasi. Investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengevaluasi prosedur keselamatan, terutama terkait koordinasi antara pesawat dan kendaraan darurat di landasan.

Insiden ini juga memicu seruan untuk modernisasi sistem Air Traffic Control (ATC) serta peningkatan protokol keselamatan di bandara-bandara besar. Para ahli menilai bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa risiko kecelakaan tetap ada, bahkan di lingkungan bandara dengan standar keselamatan tinggi.