banner-sheroes-yoga
Transportasi

Kecelakaan Helikopter di Kalbar: Seluruh Penumpang dan Awak Meninggal Dunia

Helikopter Airbus H130 PK-CFX jatuh di hutan Sekadau, Kalbar. Kemenhub memastikan seluruh penumpang dan awak meninggal dunia, evakuasi dilakukan tim SAR gabungan.

Kecelakaan Helikopter di Kalbar: Seluruh Penumpang dan Awak Meninggal Dunia
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau. ANTARA/HO/Tim Pencari korban helikopter
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Sebuah tragedi udara terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4), ketika helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX jatuh di kawasan hutan. Kementerian Perhubungan memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa helikopter tersebut diawaki oleh Capt. Marindra Wibowo dan seorang engineer, Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang: Patrick K. (warga negara Malaysia), Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. 

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lukman dikutip dari Antara, Jumat (17/4).

Helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara itu sedang menempuh rute dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1). Pesawat lepas landas pukul 07.37 WIB, lalu pada pukul 08.39 WIB mengirimkan sinyal darurat. 

Sekitar pukul 09.15 WIB, helikopter hilang kontak, dan AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur.

Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. 

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Lukman. 

Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AU, serta unsur TNI AD yang mengerahkan lebih dari 200 prajurit untuk menembus medan hutan yang sulit.

Kalimantan Barat sendiri dikenal memiliki bentang hutan lebat yang menyulitkan operasi pencarian dan penyelamatan.

Lukman menegaskan agar masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan. Pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” tegasnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai kecelakaan pesawat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan kecelakaan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.