periskop.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya bukan ancaman global dan menuding agresi militer Washington murni melayani kepentingan rezim Israel. Ia melayangkan pesan tersebut melalui surat terbuka langsung kepada seluruh rakyat Amerika Serikat (AS) guna melawan disinformasi perang.
"Untuk rakyat Amerika Serikat, dan kepada semua orang yang di tengah banjir distorsi dan narasi buatan terus mencari kebenaran serta mendambakan kehidupan lebih baik," tulis Pezeshkian melalui unggahan di akun X resminya pada Minggu (5/4).
Pemerintah Iran memastikan tidak pernah memulai peperangan sepanjang sejarah peradaban modern mereka.
Tindakan penguatan kapasitas militer Teheran selama ini murni merupakan bentuk pertahanan diri yang sah.
Pezeshkian menyoroti kehadiran pangkalan militer asing di kawasan Timur Tengah justru menjadi akar masalah sesungguhnya.
"Agresi Amerika baru-baru ini yang diluncurkan dari pangkalan-pangkalan ini telah menunjukkan betapa mengancamnya kehadiran militer semacam itu," tegasnya.
Rentetan serangan militer serta sanksi ekonomi AS dinilai telah memberikan dampak destruktif bagi kehidupan warga sipil.
Tindakan sengaja menyerang fasilitas medis maupun infrastruktur vital energi bahkan bisa dikategorikan sebagai bentuk kejahatan perang.
Teheran lantas mempertanyakan keuntungan nyata agresi militer ini bagi kepentingan masyarakat sipil AS.
Washington dituduh telah masuk ke dalam pusaran konflik berdarah ini semata-mata sebagai proksi bagi Israel.
Israel dinilai sengaja menciptakan narasi ancaman fiktif dari Iran guna mengalihkan simpati dan perhatian dunia dari isu Palestina.
"Apakah tidak terbukti Israel kini bertujuan memerangi Iran sampai mengorbankan tentara Amerika dan memeras habis dolar pembayar pajak Amerika terakhir," tambah Pezeshkian.
Pemerintah Iran mengajak warga AS melihat realitas secara jernih di luar mesin disinformasi politik para elite.
Keberhasilan imigran asal Iran di berbagai universitas ternama dan perusahaan teknologi Barat menjadi bukti nyata kontribusi positif mereka.
Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan krusial penentuan masa depan peradaban.
Pemilihan jalur konfrontasi bersenjata dinilai jauh lebih memakan biaya dan berujung sia-sia belaka dibandingkan dengan jalur diplomasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar