periskop.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap otoritas Iran. Pemimpin AS tersebut menegaskan segera melancarkan serangan besar jika Teheran menolak membuka jalur pelayaran Selat Hormuz dalam batas waktu 48 jam.
"Ingatlah ketika saya memberi Iran waktu sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis, 48 jam sebelum neraka akan menimpa mereka," tulisnya melalui unggahan di akun Truth Social resmi miliknya pada Minggu (5/4).
Peringatan terbaru ini merupakan kelanjutan dari tenggat waktu sepuluh hari sebelumnya.
Washington secara konsisten mendesak Teheran agar segera mencabut blokade di jalur perairan krusial tersebut.
Trump secara terang-terangan menunjukkan kesiapan opsi militer AS menghadapi krisis kawasan ini.
Penggunaan frasa "neraka akan menimpa" mengindikasikan potensi serangan berskala sangat masif.
Presiden AS itu turut menutup pernyataan kerasnya dengan seruan keagamaan.
"Segala kemuliaan bagi TUHAN! Presiden DONALD J. TRUMP," tambahnya.
Selat Hormuz selama ini memegang peran sangat vital sebagai urat nadi distribusi energi global.
Penutupan maupun gangguan di jalur ini otomatis memicu kepanikan pasar minyak mentah dunia.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran kini telah mencapai titik didih tertinggi.
Seluruh mata dunia kini tertuju pada langkah Teheran dalam menghadapi tenggat waktu kurang dari dua hari ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar