Periskop.id - Lanskap geopolitik dunia sedang mengalami guncangan hebat. Amerika Serikat, yang selama puluhan tahun memegang posisi dominan di panggung internasional, kini menghadapi tantangan serius berupa penurunan kepercayaan dari berbagai penjuru dunia. 

Data terbaru dari Munich Security Conference yang dihimpun oleh Visual Capitalist mengungkapkan adanya pergeseran persepsi yang tajam, baik di negara sekutu tradisional maupun negara berkembang.

Visualisasi yang digarap bersama Inigo ini memberikan gambaran tentang betapa cepatnya sentimen global berubah. Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi opini publik biasa, melainkan mencerminkan evaluasi ulang secara luas terhadap aliansi strategis di tengah dunia yang semakin tidak pasti.

Retaknya Hubungan dengan Sekutu Tradisional

Penurunan kepercayaan paling tajam justru terlihat di antara negara-negara yang selama ini dianggap sebagai mitra terdekat Amerika Serikat. Kanada mencatat rekor penurunan kepercayaan yang paling drastis, yakni sebesar -52 persen. 

Di Eropa, tren serupa terjadi pada Italia dengan penurunan -21%, Prancis -17%, Jerman -15%, dan Inggris -13%. Sementara itu, di kawasan Asia, Jepang juga mencatat penurunan sebesar -16 persen.

Beberapa faktor utama yang memicu pelemahan kemitraan jangka panjang ini meliputi:

  • Ketidakpastian Kebijakan: Perubahan sikap dalam urusan perdagangan serta ancaman tarif yang tidak terduga telah memberikan tekanan besar pada hubungan ekonomi global.
  • Retorika Ekspansi Wilayah: Munculnya ide-ide kontroversial, seperti usulan untuk mencaplok Greenland dan wacana yang menyebut Kanada bisa menjadi negara bagian ke-51, telah menimbulkan kekhawatiran diplomatik yang serius.
  • Kekhawatiran Keamanan: Di tengah ketidakpastian ini, negara-negara sekutu mulai bersiap untuk mandiri. Survei Eurobarometer pada Januari 2026 menunjukkan bahwa 43% responden di Prancis dan 32% di Jerman kini mendukung peningkatan belanja pertahanan nasional mereka sendiri.

Sentimen Serupa di Negara Berkembang

Pola ketidakpercayaan ini ternyata tidak hanya terbatas pada blok Barat. Negara-negara besar dalam kelompok negara berkembang juga menunjukkan tren yang selaras. Brasil dan Afrika Selatan sama-sama mengalami penurunan kepercayaan terhadap Amerika Serikat lebih dari -20%.

Meskipun penurunannya tidak sebesar di Kanada atau Eropa, India dan China tetap menunjukkan tren negatif masing-masing sebesar -10% dan -9%. 

Hal ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian strategis telah menyebar ke berbagai pasar global dan tidak lagi terbatas pada satu kawasan geografis saja.

Rincian Data Perubahan Persepsi Dunia

Berikut adalah rincian data perubahan tingkat kepercayaan terhadap Amerika Serikat berdasarkan persentase perubahan persepsi di berbagai negara:

NegaraPerubahan Persepsi (%)
Kanada-52
Italia-21
Afrika Selatan-21
Brasil-20
Prancis-17
Jepang-16
Jerman-15
Inggris-13
India-10
China-9

Masa Depan yang Terfragmentasi

Data ini menunjukkan bahwa dunia sedang memasuki fase baru yang semakin terfragmentasi. Ketika kepercayaan terhadap Amerika Serikat menurun, negara-negara di dunia mulai merancang strategi baru untuk menghadapi ketidakpastian yang lebih besar tanpa bergantung sepenuhnya pada kepemimpinan tradisional Washington.

Meningkatnya dukungan publik terhadap belanja militer di Eropa memperkuat sinyal bahwa aliansi global sedang bertransformasi. 

Jika tren ini terus berlanjut, lanskap diplomatik masa depan kemungkinan besar akan ditandai dengan kemitraan yang lebih cair dan kemandirian strategis yang lebih kuat dari masing-masing negara.