periskop.id - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata segera antara Amerika Serikat dan Iran beserta seluruh sekutu mereka. Keputusan strategis ini mencakup penghentian konfrontasi bersenjata di berbagai titik panas termasuk kawasan Lebanon.

"Dengan penuh kerendahan hati, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan wilayah lainnya, berlaku segera," ujar Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui platform media sosial X pada Rabu.

Pengumuman damai ini muncul sesaat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan penting terkait krisis geopolitik tersebut. Pemimpin negara adidaya itu sepakat untuk menangguhkan operasi pengeboman dan serangan militer terhadap Iran.

Masa penangguhan kontak senjata ini rencananya akan dipertahankan selama periode dua pekan ke depan. Momentum jeda kemanusiaan ini diharapkan mampu meredam eskalasi konflik yang sempat memanas di kawasan Timur Tengah.

Sharif mengambil inisiatif proaktif dengan bertindak sebagai mediator utama bagi kedua negara yang tengah berseteru. Ia secara resmi mengundang delegasi tingkat tinggi dari Washington dan Teheran untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat mendatang.

Pertemuan krusial tersebut dirancang untuk melanjutkan negosiasi damai secara lebih komprehensif. Agenda utama perundingan tatap muka ini berfokus pada pencarian titik temu guna menyelesaikan seluruh akar perselisihan.

"Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa dan tetap terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas," paparnya.

Pakistan menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal proses dialog bilateral hingga mencapai sebuah kesepakatan yang konklusif. Dunia internasional kini menaruh harapan besar pada keberhasilan mediasi dari negara Asia Selatan tersebut.

"Kami dengan sungguh-sungguh berharap bahwa 'Perundingan Islamabad' berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan berharap dapat membagikan lebih banyak kabar baik dalam beberapa hari ke depan!" katanya.