Periskop.id - Presiden Donald Trump memperingatkan Iran, Amerika Serikat akan mengambil paksa “debu nuklir”, mengacu kepada stok uranium yang diperkaya Iran jika tidak tercapai kesepakatan. Ancaman ini sekaligus menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz.
“Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS,” kata Trump dikutip Sabtu (18/4).
“Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat,” sambungnya.
Saat ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata atau melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada Rabu, kala gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir, Trump membuka kemungkinan dimulainya kembali serangan.
“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap ada. Namun mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan Iran yang mengatakan masih ada perbedaan, Trump mengatakan, mereka harus mengatakan sesuatu yang berbeda karena mereka punya pihak yang harus mereka layani. “Saya hanya mengatakan apa adanya,” serunya.
Pungutan Selat Hormuz
Sementara terkait kemungkinan pungutan di Selat Hormuz, Trump mengatakan, “Tidak. Tidak mungkin. Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan,” tuturnya.
Trump mengatakan, blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan dicabut begitu kesepakatan tercapai. "Blokade berakhir segera setelah perjanjian ditandatangani," kata Trump
Menanggapi pertanyaan apakah perang akan berakhir akhir pekan ini, Trump mengindikasikan, saat ini pembicaraan masih berlangsung. "Kami menjalani hari yang besar. Kita akan lihat bagaimana semuanya berjalan, tetapi seharusnya baik-baik saja," ujarnya.
"Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat baik," katanya. Ia menambahkan, "banyak hal baik terjadi, dan itu termasuk Lebanon juga."
Trump juga membantah klaim Iran bahwa masih ada perbedaan signifikan antara kedua belah pihak. "Yah, mungkin ada; mari kita lihat apa yang terjadi. Jika ada, kita harus menyelesaikannya," katanya. "Tetapi saya rasa tidak ada terlalu banyak perbedaan signifikan," tambahnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar