Periskop.id - Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyediakan potongan harga tiket mencapai 51% bagi pengunjung, dalam menyambut HUT Ke-51 destinasi budaya Indonesia tersebut.
“Kami menyediakan potongan harga selama lima hari mulai Sabtu (18/4), Minggu (19/4), Sabtu (24/4), Minggu (25/4) dan Senin (26/4),” kata Plt Dirut TMII Ratri Paramita di Jakarta, Sabtu (18/4).
Ia mengatakan, potongan harga ini hanya diberikan kepada 1.000 pengunjung pertama yang datang ke destinasi wisata di Jakarta Timur tersebut. “Kami menargetkan total kunjungan dalam lima hari tersebut 100 ribu orang dan setiap harinya ada 25 ribu orang yang berkunjung,” tuturnya.
Ia mengatakan, rangkaian HUT Ke-51 TMII pertama pada hari ini ada penampilan 1.000 penari dari 34 provinsi di Indonesia yang akan memecahkan rekor MURI dalam Tari Gelora Nusantara. “Hari ini juga ada penampilan budaya Shinta Obong yang pertama kali digelar di luar Yogyakarta serta ada Tari Kecak,” ucapnya.
Kemudian pada Minggu (19/4) ada Gunungan Nusantara yakni pawai yang membawa aneka hasil tumbuhan dan seluruh pengunjung dapat menikmati secara gratis. Selanjutnya, ada ‘Icip-Icip Nusantara’ yang ada di Anjunga Nusantara. Setiap anjungan menyiapkan makanan tradisional bagi pengunjung sesuai kuota yang tersedia.
“Kemudian di pekan depan ada konser, Tari Kecak, dan tarian yang disajikan masif bagi pengunjung,” kata dia.
Dalam meningkatkan pelayanan, pihaknya menambah armada mobil listrik untuk mengangkut pengunjung dari 39 unit menjadi 50 unit. “Kami juga bekerja sama dengan Transjakarta untuk mengangkut pengunjung serta menyediakan angkutan penjemputan gratis ke stasiun LRT untuk memudahkan pengunjung,” jelasnya.
Revitalisasi TMII
Sementara itu, Vice President Corporat Secretary Injourney Yudhistira Setiawan mengatakan, TMII memiliki peran penting dalam penguatan destinasi pariwisata berbasis budaya Indonesia. “TMII bukan sekedar destinasi wisata melainkan instrumen penguatan identitas banga dan platform nation branding Indonesia,” ucapnya.
Ia mengatakan, revitalisasi TMII telah dilakukan dalam tiga tahun sejak bergabungnya TMII menjadi bagian Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, Injourney. Revitalisasi yang dilakukan tak hanya dalam aspek fisik tapi transformasi secara fundamental dari tata kelola, kurasi program, dan digitalisasi layanan.
“Semua itu untuk mengembalikan marwah TMII sebagai Showcase Of Indonesia yang modern tapi tetap relevan,” ujarnya.
Direktur Komersial Injourney Destination Management (IDM) Gistang Richard Panutur menambahkan, preservasi budaya merupakan fondasi utama dalam pengembangan destinasi yang berkelanjutan. “Preseverasi budaya tidak hanya upaya menjaga warisan tapi juga menjadi urat nadi menggerakkan ekosistem pariwisata secara keseluruhan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, budaya memberikan identitas menghadirkan pengalaman autentik bagi pengunjung dan memperluas potensi peningkatan kesejahteraan bagi komunitas yang ada.
“Pariwisata tidak hanya menjadi ruang kunjungan tapi juga sebagai ruang interaksi, pembelajaran dan pemberdayaan,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar