Periskop.id - Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan dua kapal tanker nasionalnya menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz, tepatnya di perairan teritorial Oman, Senin (13/7).
Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal berkebangsaan India dan melukai delapan orang lainnya. Empat dari korban luka berada dalam kondisi kritis.
Kementerian Pertahanan UEA, seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (14/7), menjelaskan kebakaran sempat muncul di kedua kapal tanker namun berhasil dipadamkan.
UEA mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Kementerian tersebut menegaskan, negaranya tetap memiliki hak penuh untuk merespons dan mengambil semua langkah demi melindungi kedaulatan serta keamanan nasional.
Ketegangan di Selat Hormuz berlangsung bersamaan dengan eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump menyebutkan, militernya menyerang infrastruktur Iran yang terkait dengan jalur pelayaran tersebut.
Militer AS menyatakan pada Senin, pihaknya melancarkan serangan baru ke Iran.
Trump mengaku belum memutuskan apakah penyelesaian lewat negosiasi dengan Teheran benar-benar tertutup, saat berbicara dengan wartawan pada Senin.
Trump juga menyinggung kemungkinan Iran menyimpan drone di Kuba. "Jika mereka memang memilikinya, dan kemungkinan besar mereka memilikinya, kita akan menanganinya. Kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi, jadi mungkin saja mereka menyimpan beberapa drone. Kita sedang menyelidikinya sekarang," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Senin (13/7).
Trump menambahkan, aksi militer AS terhadap Iran turut memperbarui ketegangan antara kedua negara tersebut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar