periskop.id – Insiden gagal lepas landas pesawat Swiss Airbus A330 di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, menjadi sorotan publik global setelah ratusan penumpang dievakuasi secara darurat akibat kerusakan mesin. Pesawat yang mengangkut 245 orang itu terpaksa menghentikan proses lepas landas pada detik-detik krusial sebelum akhirnya seluruh penumpang dievakuasi melalui seluncur darurat.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat dan memicu status full emergency di bandara. Empat penumpang dilaporkan mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Otoritas penerbangan kini melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti gangguan teknis pada pesawat tersebut.
Kronologi Swiss Airbus A330 Gagal Lepas Landas di New Delhi
Insiden melibatkan pesawat Swiss Airbus A330-300 dengan nomor registrasi HB-JHK yang dijadwalkan terbang dari New Delhi menuju Zurich dengan nomor penerbangan LX147.
Gangguan Mesin Terjadi Saat Proses Takeoff
Menurut keterangan maskapai, gangguan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat pada 26 April 2026 saat pesawat sedang melakukan prosedur lepas landas di landasan pacu.
Pilot segera mengambil keputusan untuk membatalkan proses takeoff setelah terdeteksi masalah pada salah satu mesin pesawat. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kabin, demikian dilansir periskop.id dari dailypioneer.
Asap Terlihat dari Bagian Roda Pesawat
Laporan awal dari petugas bandara menyebutkan terlihat asap dari sisi kiri roda utama pesawat. Awalnya, Air Traffic Controller (ATC) menerima laporan kemungkinan ban pecah sebelum kemudian dikonfirmasi adanya indikasi gangguan teknis pada mesin.
Setelah pesawat berhenti total di landasan, kru langsung menjalankan prosedur keselamatan darurat.
Evakuasi Darurat Dilakukan Melalui Emergency Slide
Seluruh penumpang dan awak kabin kemudian dievakuasi menggunakan seluncur darurat. Beberapa penumpang yang tidak dapat menggunakan seluncur dialihkan melalui tangga manual yang disiapkan petugas.
Bandara Indira Gandhi langsung menetapkan status darurat penuh di landasan Runway 28/10 sebagai bagian dari prosedur keselamatan standar internasional.
Jumlah Penumpang dan Korban dalam Insiden
Pesawat Swiss Airbus A330 tersebut membawa total 245 orang yang terdiri dari:
- 232 penumpang, termasuk 4 bayi
- 13 awak kabin dan pilot
Dari jumlah tersebut, empat penumpang dilaporkan mengalami luka dan masih menjalani perawatan medis. Selain itu, seorang awak kabin mengalami cedera ringan berupa keseleo pada pergelangan kaki.
Sementara itu, beberapa penumpang lainnya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan meskipun tidak mengalami cedera serius.
Penyebab Kerusakan Mesin Swiss Airbus A330 Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kerusakan mesin pesawat masih dalam tahap investigasi oleh Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) India.
Lembaga tersebut bertugas menyelidiki kecelakaan maupun insiden serius penerbangan sipil, termasuk kasus gangguan teknis yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Indikasi Awal Berasal dari Sistem Mesin atau Landing Gear
Berdasarkan laporan awal, gangguan diduga berasal dari salah satu mesin pesawat yang memicu munculnya asap di area roda utama sebelah kiri.
Maskapai Swiss International Air Lines juga menyatakan tim teknis khusus akan dikirim ke New Delhi untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap pesawat Airbus A330 tersebut.
Dampak Insiden terhadap Operasional Bandara New Delhi
Meskipun status darurat sempat diberlakukan, operator Bandara Internasional Indira Gandhi memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal.
Tidak ada gangguan signifikan terhadap jadwal penerbangan lain karena prosedur keselamatan berhasil dijalankan secara cepat dan terkoordinasi.
Hal ini menunjukkan sistem respons darurat bandara berfungsi sesuai standar keselamatan internasional.
Penanganan Penumpang Setelah Evakuasi
Setelah evakuasi selesai, seluruh penumpang dipindahkan ke area aman bandara sebelum kemudian difasilitasi oleh maskapai.
Swiss International Air Lines memastikan seluruh penumpang mendapatkan akomodasi hotel sementara serta penjadwalan ulang penerbangan menuju tujuan masing-masing.
Maskapai juga menyatakan tetap berkomunikasi dengan para penumpang untuk memastikan kelanjutan perjalanan mereka berjalan lancar.
Meski empat penumpang mengalami luka ringan, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga kini, investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti gangguan mesin agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Seberapa Aman Airbus A330 untuk Penerbangan Jarak Jauh?
Airbus A330 dikenal sebagai salah satu pesawat berbadan lebar yang paling banyak digunakan untuk rute internasional jarak jauh di dunia.
Pesawat ini memiliki reputasi keselamatan yang baik dan digunakan oleh banyak maskapai global karena efisiensi bahan bakar serta sistem keselamatan modern.
Insiden seperti pembatalan lepas landas akibat gangguan mesin tergolong jarang terjadi, namun tetap menjadi bagian dari risiko operasional yang telah diantisipasi melalui prosedur keselamatan ketat di industri penerbangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar